Rekomkita - Efisiensi menjadi salah satu daya tarik utama BYD M6 DM. Namun, bagi sebuah MPV keluarga, kenyamanan tetap menjadi faktor yang tak kalah penting.
Apalagi kendaraan seperti ini lebih sering digunakan untuk perjalanan jarak jauh bersama seluruh anggota keluarga dibanding sekadar mobilitas harian di dalam kota.
Karena itu, media test drive yang digelar BYD tidak hanya mengajak Kilat.com, anggota Promedia Group, Selasa (14/7), menjajal melintasi jalan tol, tetapi juga membawa kendaraan melewati tol Cipularang, jalan berkelok di Purwakarta hingga Wanayasa, hingga turunan panjang menuju Ciater ke Lembang hingga Setia Budi.
Baca Juga: Jasad Dokter PPDS Ditemukan di Semak Belukar, Polisi Ungkap Barang Korban Tetap Utuh
"Karakter jalan yang beragam menjadi kesempatan teman-teman merasakan langsung bagaimana suspensi, peredaman kabin, dan kenyamanan berkendara bekerja dalam kondisi nyata," kata Public Relations Manager at BYD Nathasya Natalia.
Sepanjang perjalanan, BYD M6 DM diisi tiga orang dewasa dengan estimasi bobot sekitar 180–200 kilogram.
Pendingin kabin menyala penuh, sementara gaya mengemudi mengikuti ritme rombongan. Sesekali akselerasi dilakukan lebih agresif untuk menjaga jarak antar kendaraan.
Baca Juga: Perkuat Kerja Sama Penegakan Hukum Internasional, Polri dan Kepolisian RRT Tukar Buronan
Meski demikian, kabin tetap terasa tenang. Suara dari luar relatif teredam, terutama ketika mobil masih mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama.
Ketiadaan suara mesin pada fase awal perjalanan membuat suasana di dalam kabin terasa lebih rileks, sesuatu yang mulai menjadi ciri khas kendaraan elektrifikasi.
Memasuki jalur berkelok menuju Wanayasa dan Ciater, karakter suspensi mulai terasa. Setelan suspensi cenderung mengutamakan kenyamanan, mampu meredam sebagian besar kontur jalan tanpa membuat guncangan berlebihan terasa hingga ke kabin.
Baca Juga: Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, De la Fuente: Kami Tim Terbaik di Dunia
Di jalur menanjak, perpindahan tenaga dari motor listrik ke mesin bensin berlangsung halus. Tidak ada hentakan yang mengganggu kenyamanan penumpang, sehingga pengemudi tetap bisa fokus menikmati perjalanan tanpa harus memikirkan kapan sistem berpindah mode.
Posisi duduk yang tinggi juga memberikan visibilitas yang baik saat melintasi tikungan maupun tanjakan. Ditambah kabin yang lapang, perjalanan sepanjang lebih dari 150 kilometer tidak terasa melelahkan bagi pengemudi maupun penumpang.
Tentu, pengujian singkat ini belum cukup untuk menyimpulkan seluruh aspek kenyamanan BYD M6 DM. Namun, dari rute Bandung–Ciater yang menyajikan kombinasi jalan tol, tanjakan, tikungan, hingga lalu lintas perkotaan, MPV plug-in hybrid ini menunjukkan karakter yang memang dirancang untuk kebutuhan keluarga: nyaman, tenang, dan minim drama, baik ketika bergerak dengan motor listrik maupun saat mesin bensin mulai mengambil peran.