REKOMKITA- Indonesia adalah anak emasnya FIFA. Kalimat tersebut sering diutarakan netizen-netizen dari sejumlah negara.
Doktrin Indonesia anak emasnya FIFA acapkali ditemukan oleh komentar-komentar pencinta sepak bola dari luar negeri, seperti dari Malaysia dan media dari Vietnam.
Bahkan, salah satu akun Medsos seasia.goal dalam waktu yang lama menyindir Indonesia anak emasnya FIFA. Akun tersebut menyematkan gambar salah satu wasit legendaris Pierluigi Collina ke Indonesia. Kedatangan wasit terbaik FIFA tersebut untuk memberikan pelatihan dan semangat kepada wasit-wasit Indonesia.
Tudingan Indonesia anak emasnya FIFA didasarkan dari sejumlah insiden mengenai sepak bola di tanah air, namun nyatanya Indonesia bukan terkena sanksi dari FIFA, Indonesia justru mendapatkan sejumlah keistimewaan seperti ditunjuk FIFA menjadi tuan rumah Piala Dunia U17 tahun lalu. Sampai-sampai FIFA mendirikan kantor perwakilan di Jakarta loh..! Gimana nggak iri yach?
Padahal sebelumnya guys.., dunia luar banyak memprediksi Indonesia akan terkena sanksi berat dari FIFA, pasca Indonesia gagal menggelar Piala Dunia U20 lantaran adanya penolakan sejumlah tokoh atas kehadiran Timnas Israel. Belum lagi insiden yang menyedihkan atas tragedi Kanjuruhan, Malang yang begitu banyak menelan korban jiwa.
Dukungan Program FIFA Forward untuk sepak bola Indonesia
FIFA dan program FIFA Forward telah memainkan peran penting dalam pengembangan ini, baik di dalam maupun di luar lapangan. FIFA telah secara aktif mendukung PSSI untuk meningkatkan sepak bola di tingkat nasional dan usia muda melalui berbagai inisiatif, termasuk peningkatan infrastruktur, sepak bola wanita dan pengembangan akar rumput.
Dukungan FIFA Forward termasuk pendirian pusat pelatihan yang canggih di ibu kota baru Indonesia (IKN) , dimana FIFA Forward berkontribusi menambah dana pemerintah sebesar US$5,65 juta.
Menurut Ketua PSSI, Erick Thohir, pusat pelatihan ini menandai tonggak bersejarah karena akan menjadi pusat pelatihan nasional pertama bagi Indonesia.
Pusat pelatihan tersebut, dijadwalkan selesai pada bulan Juni, pengembangan pusat pelatihan melalui FIFA Forward ini untuk merevolusi sepak bola di Indonesia. Dalam satu atau dua tahun ke depan, fasilitas ini akan memiliki total delapan lapangan, dilengkapi dengan fasilitas terbaik yang dirancang untuk mendukung sepak bola di semua level.
"Kolaborasi dengan FIFA telah memicu upaya pendanaan bersama, terutama dari pemerintah daerah, yang semakin meningkatkan pengembangan fasilitas pelatihan utama ini. Upaya ambisius ini menandakan langkah signifikan untuk mengembangkan keunggulan sepak bola di Indonesia, yang menjanjikan untuk meningkatkan lanskap sepak bola negara ini ke tingkat yang lebih tinggi." Papar Erick seperti dikutip dari laman PSSI.
Kata Erick, Indonesia juga telah bergabung dengan FIFA Talent Development Scheme yang bertujuan untuk membantu Asosiasi Anggota FIFA mencapai potensi penuh mereka dengan memastikan bahwa semua pemain berbakat ditemukan dan diberi kesempatan untuk berkembang.
Proyek TDS PSSI yang dimulai pada tahun 2022 ini, telah mengidentifikasi 34 Direktur Teknik Regional di seluruh negeri dan melatih mereka untuk fokus pada akar rumput, pengembangan pemain muda, identifikasi bakat, dan pengembangan pelatih.
"Tahun ini, fokusnya bergeser pada pelatihan para direktur teknik untuk lebih memahami lingkungan pemain berbakat dan bagaimana mengembangkan mereka secara efektif," jelasnya.
Artikel Terkait
Dua Pemain Inti Timnas Indonesia U23, Dewangga dan Justin Batal Perkuat Garuda Muda di Piala Asia U23 AFC 2024
Pemain Keturunan Timnas Indonesia Banyak Pengikut di Media Sosial, Efek Bela Timnas
Jens Raven Pemain Keturunan Siap Bela Timnas Indonesia, Tinggal Menunggu PSSI
Rizky Ridho Bek Timnas Indonesia Dituduh Media Vietnam The Thao 247, Sebagai Keturunan Belanda
Timnas Indonesia U23 Menang Tipis Saat Uji Coba Melawan Uni Emirat Arab