Kisah Hidup Maarten Paes Penjaga Gawang Timnas Indonesia, Seperti Drama Penuh Perjuangan

Photo Author
Ryansha, Rekomkita
- Senin, 6 Mei 2024 | 13:01 WIB
Penjaga Gawang Timnas Indonesia Maarten Paes (Instagram)
Penjaga Gawang Timnas Indonesia Maarten Paes (Instagram)

REKOMKITA - Maarten berbagi tentang latar belakang keluarganya yang tragis dan inspiratif, sebuah cerita yang melibatkan neneknya, seorang Blijvers yang lahir di Pare, Kediri, Jawa Timur.

Neneknya adalah korban dari salah satu masa paling kelam dalam sejarah, Perang Dunia II Di Indonesia.

Maarten menceritakan dengan nada berat, "Nenek saya tinggal di Indonesia hingga dia berusia lima atau enam tahun, sebelum perang pecah dan kehidupan yang dia kenal berubah selamanya.

Selama perang, dia kehilangan ibunya dan terpaksa hidup di kamp pengungsian. Ini adalah cerita yang sering dia bagikan, cerita yang mengajarkan saya tentang kehilangan dan kekuatan."

Baca Juga: Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia Maarten Paes Berharap Bisa Membawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026

Emosi Maarten terasa mendalam saat dia mengingat kembali perjuangan neneknya. "Dia selalu berbicara dengan hormat tentang Indonesia, tempat dia memiliki kenangan masa kecil yang bahagia sebelum perang merenggut semuanya."

Baru-baru ini, Maarten telah mengambil keputusan besar dengan menjadi warga negara Indonesia, sebuah langkah yang dia sebut sebagai penghormatan untuk neneknya yang telah tiada.

"Saat itu, dalam pembicaraan kami yang terakhir, saya dapat melihat kebanggaan dan harapan di matanya," kenang Maarten, suaranya tercekat oleh emosi.

Maarten, yang sekarang menjadi bagian dari Timnas Indonesia, telah menetapkan tekad untuk memperjuangkan bangsa yang pernah menjadi rumah bagi keluarganya di masa lalu.

Baca Juga: FIFA Mengeluarkan Keputusan pada Pertandingan Indonesia U23 vs Guinea U23 pada Laga Play-off Perebutan Tiket Olimpiade

Meskipun menghadapi tantangan birokrasi dalam proses perpindahan federasi, dia tetap optimis dan penuh harap.

"Saya bermain untuk Indonesia bukan hanya karena sepak bola, tapi karena ini adalah cara saya menghubungkan kembali dengan sejarah keluarga saya, menghormati nenek yang sangat saya cintai.

Saya ingin memperjuangkan setiap kesempatan di lapangan sebagai simbol penghormatan kepada nenek dan semua yang dia alami," tuturnya dengan penuh semangat.

Editor: Ryansha

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ragnar Oratmangoen gabung klub Cadiz Liga Spanyol

Selasa, 16 Juli 2024 | 23:54 WIB

Terpopuler

X