REKOMKITA - Marselino dinilai egois karena memaksa shooting bola ke gawang ketimbang mengoper bola ke teman.
Anda, coach Justin, komentar-komentar Anda di media itu juga sangat menyakitkan, membanding-bandingkan Marselino dengan Ronaldo. Anda punya banyak follower, apa yang Anda katakan itu seolah-olah kebenaran semua," kata Fakhri dikutip Youtube Metro TV,
Jadi tolong ketika mengevaluasi pemain, kalau saya bicara soal Anda membandingkan siapa dia ya, itu yang saya baca, 'Dia bukan Ronaldo', nah pertanyaan saya juga sama, Anda juga siapa? Berani memberikan kritik yang begitu besar, begitu menyakitkan bagi Marselino," ujar Fakhri
Saya sebagai mantan pemain timnas sangat tersakiti itu, ketika cara Anda menghakimi pemain muda berbakat, pemain nasional, pemain masa depan kita itu seperti itu," tegasnya
Baca Juga: Indonesia Menggantikan Vietnam pada Miniatur Piala Dunia Atau Turnamen Toulon di Prancis
Menjawab pernyataan coach Fakhri Husaini, coach Justin mengaku sebagai salah satu yang mendukung dan setuju bahwa Marselino adalah pemain muda berbakat. Ia juga tak yakin apakah pernah membandingkan Marselino dengan Ronaldo.
"Yang saya katakan adalah dalam momen-momen seperti itu (lawan Irak), momen penting itu tidak dapat banyak dimiliki, seharusnya sedikit peluang itu bisa lebih dimanfaatkan," kata Justin Lhaksana.
"Saya juga sepakat bahwa hujatan-hujatan itu sangat tidak layak, karena dia sekali lagi adalah aset bangsa. Maka dari itu, kritik yang saya berikan lebih ke sentilan lah, tidak ada tujuan untuk merendahkan atau melecehkan (Marselino Ferdinan) sama sekali," tegas coach Justin.
Justin "Tapi sekali lagi, kalau coach Fakhri merasa saya terlalu melecehkan itu tidak, sama sekali tidak. Justru untuk saya Marselino salah satu mungkin pemain yang paling berbakat, itu saja," kata coach Justin.
Artikel Terkait
Begini Komentar Pelatih Timnas Guinea U-23 Usai Mengalahkan Timnas Indonesia U-23
Almere City FC Fromosi ke Eredivisie Musim Depan
Netizen Media Sosial Indonesia Marah Kepada Elkan Baggott Karena Tidak Bisa Gabung di Laga Play-off Olimpiade
Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Memiliki Alasan Pilih Vanja Bukilic Jadi Duet Megawati Hangestri Pertiwi
Indonesia Menggantikan Vietnam pada Miniatur Piala Dunia Atau Turnamen Toulon di Prancis