REKOMKITA - Pemain keturunan Indonesia, Andri Syahputra, tidak memiliki nilai pasaran yang begitu istimewa meski bermain di kasta tertinggi sepak bola Qatar jika dibandingkan dengan para pemain di skuad Indonesia U-23.
Andri Syahputra pernah menjadi salah satu nama yang dikaitkan dengan timnas Indonesia pada suatu waktu di tahun 2017 silam.
Pada saat itu, Indra Sjafri ingin memanggil Andri Syahputra untuk membela Indonesia U-19. Andri, yang beroperasi sebagai gelandang, dinilai punya bakat yang menjanjikan dan bisa mendongkrak prestasi timnas Indonesia U-19.
Namun demikian, Andri, yang lahir di Lhokseumawe, Aceh, menolaknya dan memilih untuk membela Qatar U-19. Dia pun sempat membela Qatar U-20 dan tampil di Piala Dunia U-20 2019 yang diadakan di Polandia.
Setelah itu, Andri sempat menjadi bagian dari Qatar U-23, namun tidak pernah membukukan penampilan sekali pun.
Kini berusia 24 tahun, pemain kelahiran 29 Juni 1999 tersebut bermain untuk Muaither SC yang berlaga di kasta tertinggi sepak bola Qatar, Stars League.
Bagaimana dengan nilai pasarannya? Nyatanya, menurut Transfermarkt, nilai pasaran Andri Syahputra tidak begitu istimewa jika dibandingkan dengan para pemain di skuad Indonesia U-23, yang sedang berlaga di Piala Asia U-23 2024 pada saat ini.
Andri Syahputra diklaim memiliki nilai pasaran Rp3,48 miliar, sebagaimana taksir dari situs Transfermarkt. Itu masih jauh lebih murah dibandingkan beberapa pemain Liga 1 di skuad Garuda Muda.
Bagas Kaffa dan Ramadhan Sananta punya nilai pasaran Rp4,78 miliar, Ilham Rio Fahmi bernilai Rp4,35 miliar, sama seperti Ernando Ari dan Witan Sulaeman.
Pemain termahal di skuad Indonesia U-23 adalah sang kapten, Rizky Ridho, yang memiliki nilai pasaran hingga Rp6,95 miliar. Dengan demikian, nilai pasaran Andri Syahputra sejatinya hanya setengah dari sang bek tengah Persija Jakarta.
Source : PojokArena