REKOMKITA-- Sosok Pegi alias Perong yang membuat penasaran publik akhir-akhir ini akhirnya dihadirkan oleh Kepolisian.
Pegi Alias Perong sudah menggunakan baju tahanan dengan tangan di borgol dan dijaga oleh 2 orang polisi di sebelah kanan dan kiri.
Memperhatikan raut wajah Pegi alias Perong selama polisi melakukan konferensi Pers menjadi perhatian pakar ekpresi Kirdi PutraPutra di chanel YouTube Intens Investigasi.
Kirdi Putra membahas perbedaan ekpresi orang bersalah dengan orang tidak bersalah sebelum membahas ekpresi Pegi atau Perong.
Menurut Kirdi orang yang bersalah ketika ditangkap pada keadaan tidak siap maka ekspresi awalnya adalah takut dan itu telihat.
"Kalo orang yang salah begitu dia ditangkap, diambil dan kemudian dia ga siap tapi dia ketangkap itu biasanya ekspresi awal dan ekspresi cukup besar keluar itu ekspresi takut!" tegasnya
Sementara orang yang tidak bersalah ketika ditangkap maka ekspresi yang dimunculkannya adalah marah dalam waktu lama.
Ada juga perasaan takut namun porsinya lebih sedikit dari marah.
"Orang yang tidak bersalah ekspresi awal ketika ditangkap dan dituduh melakukan sesuatu yang tidak dia lakukan adalah ekspresi marah dikarenakan dengan ekpresi takut tapi ekpresi takutnya sedikit ekpresim arahnya lebih besar dan akan menggebu-gebu dalam waktu cukup lama, " jelasnya
Sementara Pegi menurut Kirdi tak menunjukkan adanya ekpresi marah.
"Dalam kasus Pegi yang kemudian dalam rilis yang disampaikan oleh Polda menurut saya subjek ini pegi tidak sama sekali memunculkan ekpresi marah, " tegasnya.