Rekomkita - Polda Metro Jaya masih mendalami motif di balik aksi teror ancaman bom yang ditujukan kepada SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Meski pelaku mengaku melakukan aksinya hanya karena iseng, polisi memastikan penyelidikan tetap dilakukan secara menyeluruh.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Iman Imannudin mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, pelaku berinisial MY mengaku mengirim ancaman bom tanpa motif khusus.
"Satu orang yang melakukan. Untuk motif dari pelaku, sementara berdasarkan hasil pemeriksaan, yang bersangkutan mengaku hanya iseng," ujar Iman kepada wartawan, Senin (13/7/2026).
Meski demikian, polisi tidak langsung menerima pengakuan tersebut. Penyidik masih menelusuri latar belakang pelaku, kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, hingga faktor psikologis yang dapat menjadi pemicu aksi tersebut.
"Kami tidak percaya begitu saja. Kami terus melakukan pendalaman terhadap pelaku, latar belakangnya, serta kemungkinan keterhubungan dengan pihak-pihak lain," kata Iman.
Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku juga sempat mengungkapkan adanya rasa kecewa dalam kehidupannya. Namun, menurut polisi, kekecewaan tersebut tidak berkaitan dengan pihak sekolah.
"Pelaku sempat menyampaikan ada kekecewaan secara pribadi, tetapi itu merupakan kekecewaan dalam hidupnya, bukan terhadap sekolah," jelasnya.
Untuk mengungkap motif secara lebih komprehensif, penyidik akan melibatkan psikologi forensik serta menerapkan metode scientific crime investigation (SCI).
Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Alpino De Tech mengatakan, pemeriksaan akan mencakup analisis barang bukti digital, forensik, serta pendekatan ilmiah lainnya.
"Untuk mengungkap dan menggali secara komprehensif motif maupun keterlibatan pelaku, penyidik akan melibatkan psikologi forensik dan menerapkan metode scientific crime investigation melalui pemeriksaan barang bukti digital, analisis forensik, serta pendekatan ilmiah lainnya," ujarnya.
Dalam pengembangan penyidikan, polisi juga menemukan fakta bahwa MY pernah mengirim pesan ancaman serupa kepada ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya.
Artikel Terkait
KPK Jelaskan Alasan Belum Bisa Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Kini Jadi Tersangka, Terungkap Lagi Pernyataan Febrie Adriansyah yang Pernah Bantah Terkait Blackout Sumatera
Soroti Penggeledahan Kasus Febrie Adriansyah, Hotman Paris Sebut Prabowo Berani Bongkar Dugaan Korupsi Besar
UMY Investigasi Dugaan Pelecehan Oknum Dosen Farmasi yang Viral, Telusuri Kemungkinan Ada Korban Lain
Tim Hotman Paris Ungkap Sulitnya Bertemu Santri Korban Pembakaran di Lombok, Harus Lewati Izin Berlapis