nasional

PERTINA Resmi Gandeng Korea Selatan dan Taiwan, Hillary Brigitta Lasut Bidik Kejayaan Tinju Indonesia di Olimpiade

Jumat, 17 Juli 2026 | 12:51 WIB
Gebrakan Hillary Brigitta Lasut! PERTINA Jalin Kerja Sama Strategis dengan Dua Universitas Top Asia (dok.pertina)

Rekomkita - Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP PERTINA) kembali menorehkan langkah strategis di kancah olahraga internasional.

Organisasi yang dipimpin Dr. Hillary Brigitta Lasut, S.H., LL.M., resmi menjalin kerja sama global melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Tim Tinju Yong In University, Korea Selatan, dan Tim Tinju Chinese Culture University, Taiwan.

Penandatanganan kerja sama tripartit yang berlangsung pada 16 Juli 2026 tersebut menjadi tonggak baru dalam upaya PERTINA meningkatkan kualitas pembinaan atlet sekaligus membawa tinju Indonesia mampu bersaing di level dunia.

Baca Juga: Update Perkara Amplop Dugaan Suap Menhut, KPK Ungkap Penyidik Dalami Sisi Penindakan

Kolaborasi ini menjadi bukti komitmen PERTINA dalam membangun ekosistem pembinaan yang modern dengan memadukan prestasi olahraga dan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan olahraga (sports science).

Dalam penandatanganan MoU tersebut, Ketua Umum PP PERTINA diwakili oleh Wakil Ketua Umum II. Sejumlah pengurus pusat turut hadir menyaksikan momen bersejarah itu, di antaranya Kabid Hubungan Luar Negeri Mayjen TNI (Purn.)

Syachrial Effendihi Siregar, perwakilan Hubungan Luar Negeri Roni Pasaribu, perwakilan Bidang Pembinaan Prestasi Vinky Montolalu, Kabid Komtek Ucok Sitompul, perwakilan IT dan Litbang Mashudi Kapahang, perwakilan Kemitraan dan Marketing Anil Gill, perwakilan Peralatan Empi Rahawarin, serta perwakilan Humas Hasbani.

Baca Juga: Viral Prajurit TNI Jadi Sopir Truk Tangki BBM Dadakan di Sumut, Imbas Krisis hingga Bikin Antrean SPBU Mengular

Ketua Umum PP PERTINA, Dr. Hillary Brigitta Lasut, menegaskan bahwa kerja sama internasional ini merupakan bagian dari visi besar kepengurusannya dalam memodernisasi sistem pembinaan tinju nasional.

"Kerja sama ini adalah lompatan besar bagi tinju Indonesia. Kita menggandeng Yong In University dan Chinese Culture University karena mereka memiliki cetak biru yang teruji dalam mengawinkan prestasi atlet dengan ilmu pengetahuan olahraga (sports science).

Kehadiran Prof. Lin Yu-Ting, seorang peraih medali emas Olimpiade, di dalam ekosistem kerja sama ini akan memberikan suntikan mentalitas juara sekaligus transfer teknologi pelatihan yang sangat bernilai bagi atlet-atlet kita," ujar Hillary.

Baca Juga: Pertamina Jamin Distribusi BBM di Sumut Terkendali, Siap Tindak Tegas Sopir Truk Tangki BBM yang 'Nakal'

Menurut Hillary, untuk mampu bersaing di panggung dunia, termasuk Olimpiade, Indonesia tidak lagi cukup hanya mengandalkan bakat alami para atlet.

Dibutuhkan sistem pembinaan yang modern, dukungan riset, penerapan teknologi olahraga, serta kolaborasi internasional dengan institusi yang telah terbukti melahirkan atlet-atlet berprestasi.

 

Halaman:

Tags

Terkini