REKOMKITA-Pembangunan terowongan ini dimulai pada 1924 dan selesai 1 tahun kemudian pada 1925, diberi nama terowongan Gunung Gajah, yang menjadi terowongan tua di Kabupaten Lahat.
Dibangunnya terowongan Gunung Gajah ini juga ternyata membuat Lahat jadi salah satu kota sentral dunia perkereta apian di Sumatera Selatan. Pun di sana berdiri Balai Yasa atau disebut juga Bengkel Kereta Api yang dibangun pada 1931 dan hingga sekarang masih digunakan.
Di jaman milenial seperti sekarang ini, di saat sudah banyak moda transportasi yang canggih dan modern, terowongan Gunung Gajah masih tetap digunakan. Terowongan yang dirancang oleh Willem Synja, arsitek asal Belanda itu sempat ditutup, kemudian dibuka lagi pada 1952.
Terowongan yang juga memiliki nama Willem Synja Tunnel sesuai dengan nama arsiteknya itu ternyata termasuk salah satu terowongan terpanjang di Indonesia, dengan panjang 368 meter. Walau terowongan sempat ditutupi tanah longsor pada Januari 2016 lalu, tidak berarti tidak dapat digunakan lagi.
Rute kereta api masih dengan lancar melewati terowongan Gunung Gajah, penumpang yang menumpang pun dapat menikmati sensasi melewati terowongan bersejarah yang konon saat pengerjaannya dulu banyak menelan korban jiwa para pekerja rodi dimasa penjajahan. Terowongan ini jadi jalur satu-satunya perlintasan kereta api yang menghubungkan kota Lahat dengan kota Tebing Tinggi dan Lubuk Linggau.
Sumber : FB/Bayu Indra Praba
Artikel Terkait
Tip Sehat Makan Minyak ada Disetiap Menu yang Kita Santap!
Pengamat Sepakbola Vietnam, Vu Quang Huy Meminta Pelatih Philippe Troussier untuk Serius Mempersiapkan Golden Star
Apa Hikmah dan Manfaat Puasa di Bulan Ramadhan ?
Tim Megawati Red Sparks Paksa Pink Spider Tanding sampai Leg 3 Playoff Liga Voli Korea
Presiden Jokowi dan Jajaran Lakukan Kewajibannya Soal Pajak
5 Cara Menghasilkan Uang dari HP. No 5 Paling Gampang !
Bangun 300 Rumah Layak Huni, Pj Gubernur Sumsel Ahmad Fatoni Lakukan Peletakan Batu Pertama
Bandara Gatot Subroto Way Kanan Terus Diperjuangkan agar Segera Beroperasi
Intip, Pawai Selamatan Pengiriman Minyak Pertama dari PALI ke Palembang Tahun 1947
Pengakuan Pemain Keturunan Timnas Indonesia Ragnar Oratmangoen Jelang Lawan Vietnam