Viral Kebakaran TPS Kramat Jati: Beko Patungan Warga Tak Bisa Jangkau Lokasi hingga Satu Petugas Damkar Jakarta Timur Meninggal Dunia

Photo Author
Toar Kenward, Rekomkita
- Minggu, 2 Agustus 2026 | 11:43 WIB
Viral keluhan warga saat terjadi kebakaran tumpukan sampah di TPS di Dukuh, Kramat Jati. (Threads/fzh09 - dewinin20)
Viral keluhan warga saat terjadi kebakaran tumpukan sampah di TPS di Dukuh, Kramat Jati. (Threads/fzh09 - dewinin20)

Rekomkita - Sebuah utas mengenai kebakaran di Kelurahan Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur tengah menjadi sorotan di platform media sosial Threads.

Utas viral tersebut berisi keluhan warga setempat yang menilai perangkat desa lambat melakukan penanganan pada kebakaran yang terjadi di sebuah tempat pembuangan sampah pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Tempat pembuangan sampah tersebut pun dinarasikan sebagai lokasi ilegal dan menyebut bahwa sebelumnya, area itu berupa rawa dan tanah milik negara.

Baca Juga: Tawarkan Program Peningkatan Kapasitas Wartawan, Kang Andhy Maju di Bursa Calon Ketua PWI Jabar 2026

“Ini tempat pembuangan sampah ilegal. Tempat pembuangan puing dan lain-lain, entah dari daerah mana aja yang per harinya masuk 3 sampai 5 mobil buat buang sampah di sini,” tulis pemilik akun Threads, @fzh09, dikutip pada Minggu, 2 Agustus 2026.

Sebut Perangkat Desa Minta Jaga Kabar Kebakaran hingga Beko Patungan Warga yang Tak Ada Akses Masuk

Masih dari utas yang sama, pemilik akun menyebut bahwa perangkat desa meminta bahwa kabar kebakaran tersebut tidak banyak tersebar.

Baca Juga: Dari Ekskul Sekolah ke Pimred Media, Ini Kisah Emas Perjalanan Jurnalis Arvendo Mahardika di Pro-spective Bootcamp Promedia Group

“Saya disuruh hapus status WhatsApp dan ditelepon sama orang kelurahan. Lucu sekali, setakut itu kah mereka? Bukti semuanya sudah saya screenshot,” tulis pemilik akun.

“Komandan pemadam pun ngomong ke saya kalo anak buahnya kehausan kenapa warga ga ada yang kasih air. Langsung saat itu juga saya beli konsumsi untuk mereka. Jangan tanya lurah, RT dan RW-nya kemana,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia juga mengungkap bahwa masyarakat berinisiatif menyewa beko untuk membantu proses pemadaman.

Baca Juga: Terbongkar! Kopilot Malaysia Diduga Selundupkan 70.114 Butir Ekstasi ke Indonesia, Dijanjikan Upah Rp220 Juta

“Jawaban Lurah kalau mereka punya 2 beko hanya saja yang satu tidak bisa diangkat dari air dan satu lagi tidak ada akses untuk datang ke lokasi, jadi kalau beko datang tetap tidak bisa masuk,” jelasnya.

“Saya cuma muak sama penangan yang lama dan tidak adanya konsumsi untuk para pemadam,” sambungnya.

Mengaku Ditolak saat Lapor ke JAKI 

Halaman:

Editor: Toar Kenward

Sumber: RK

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X