REKOMKITA - Anak SD berumur 9 Tahun yang setiap harinya harus membawa adiknya ke sekolah, nama adik tersebut adalah Nuraini dan adiknya bernama Akbar. Kisah pilu yang dialami murid Sekolah Dasar di Desa Barania, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Nuraini terpaksa harus membawa adiknya ke sekolah sejak ibunya meninggal duni a karena penyakit kanker, saat ibunya masih hidup, Nuraini lah yang merawat ibu dan adiknya. Bahkan waktu bermain bersama teman-temannyapun Nurainu tidak punya, karena mengurus ibu dan adiknya.
Anak kecil yang seharusnya masih bermain bersama anak-anak seusianya, namu takdir berkata lain. Dia harus memukul beban dan tanggung jawab yang seharusnya dirasakan oleh orang dewasa.
Setiap hari Nuraini harus belajar disekolah dengan membawa adiknya, dikarenakan adiknya tersebut tidak mau ikut dengan siapapu selain Nuraini semejak ibu mereka meninggal. Maka, dengan sangat terpaksa Nuraini harus membawa adiknya ke sekolah.
Biasanya sekolah tidak membolehkan siswa membawa anak kecil atau adik mereka, dikarenakan akan mengganggu proses belajar mengajar. Namun sekolah tersebut mengizinkan Nuraini, karena prihatin dengan keadaan kedua saudara tersebut.
Tak jarang Akbar adik Nuraini tersebut tidur dipangkuan kakanya saat sedang proses belajar, karena adiknya tersebut tak mau pisah dengan kakaknya tersebut. Terkadang adiknya merengek seperti anak kecil lainnya, kendati hal demikian, Nuraini kerap izin keluar saat jam pelajaran pada guru untuk menenangkan adiknya tersebut.
Nuraini adalah anak hebat dan anak yang kuat, tak banyak di zaman sekarang ada anak yang bisa seperti itu, apalagi di zaman modern seperti ini. Tidak demikian dengan anak satu ini “Nuraini”. Dia adalah anak hebat yang dituntut oleh keadaan untuk menjadi kuat dan tegar, kendati demikian Nuraini tak pernah menunjukkan keluh kesahnya pada orang lain. Dia selalu terlihat ikhlas dengan keadaan, meski dalam hatinya begitu sangat berat dengan beban hidup yang ia jalani.
Ibu Nuraini di kabarkan sudah meninggal satu tahun yang lalu, sejak ibunya meninggal Akbar adik Nuraini tersebut tidak mau ikut dengan siapapun, maka dari itu dengan terpaksa Nuraini harus membawanya ke sekolah. Karena adiknya tersebut tidak mau dipisahkan dengan kakaknya.
Nuraini harus menempuh jarak 200 meter untuk pergi ke sekolah, meski jaraknya terbilang jauh, namun Nueaini tidak pernah mengeluh menggendong adiknya ke sekolah. Adapun Nuraini hidup bersama ayahnya “Sanu” yang bekerja sebagai petani.
Keluarga Nuraini pun termasuk katagori keluarga kurang mampu. Tidak sedikit keluarga Nuraini yang ingin mengasuh adiknya saat ia pergi ke sekolah, namun Akbar yang menolak dan tidak ingin berpisah dengan kakaknya sejak ibunya meninggal.
Kisah pilu yang dialami oleh bocah SD yang menggendong adiknya kesekolah ini, menjadi sorotan warga net. Tak sedikit yang ibah atas nasib yang dialami oleh bocah SD tersebut, bahkan yang menawarkan ingin mengadopsi kedua anak tersebut.
Artikel Terkait
Dampak Pemanasan Global Bagi Kehidupan dan Lingkungan
Indonesia Negara Terindah dan Dijuluki Permata Mahkota Asia Tenggara atau Zamrud Khatulistiwa
10 Negata Terkecil di Dunia Berdasarkan Luas Wilayah dan Jumlah Penduduknya
Tanaman Berbahaya Beracun di Indonesia Jangan Sampai Termakan dan Tersentuh
Keunikan Bunga Rafflesia Arnoldii Ikon Bengkulu Ini Berbau Busuk Tapi Memikat
Ada yang Tau Siapa Pemilik dan Pembuat Facebook, Sekaya Apa dan Beragama Apa Pemilik Facebook Tersebut
Sumur Putaran Keling dan Danau Pusaran Adalah Segitiga Pertemuan Air Sungai Muara
Anyaman Merupakan Salah Satu Seni Tradisional Tertua di Indonesia
Sejarah Puyang Serampuh atau Puyang Raden Sirah Ampuh Makhdum Sakti Leluhur Masyarakat Desa Betung Abab
Hantaran Jelang Pernikahan adalah Tradisi Perkotaan, Bukan Budaya Asli Masyarakat Betung Abab, Perlu Dihapuskan?