Kerajaan Sriwijaya Dikenal Sebagai Salah Satu Kerajaan Maritim yang Populer di Indonesia

Photo Author
Sudirga Mandala, Rekomkita
- Minggu, 21 April 2024 | 18:47 WIB
Kerajaan Sriwijaya (Lensa Sriwijaya)
Kerajaan Sriwijaya (Lensa Sriwijaya)

REKOMKITA - Kerajaan Sriwijaya adalah sebuah kerajaan bahari historis yang berasal dari Pulau Sumatra dan berlangsung sekitar abad ke-7 hingga abad ke-11 Masehi. Kerajaan ini didirikan secara resmi pada tahun 682 Masehi, seperti yang tercatat dalam prasasti Kedukan Bukit.

Sriwijaya merupakan kerajaan yang bercorak kebudayaan India tertua ke-3. Diperkirakan, Sri Jayanasa melakukan pada awal berdiri Sriwijaya melakukan ekspedisi pada wilayah-wilayah yang enggan tunduk pada mereka.

Keberadaan Kerajaan Sriwijaya berdiri di Palembang. Salah satu sumber sejarah tersebut adalah Prasasti Kota Kapur. Kerajaan ini diketahui eksistensinya karena adanya berbagai sumber,Prasasti Kota Kapur, Prasasti Telaga Batu.

Kerajaan Sriwijaya didirikan oleh Dapunta Hyang pada tanggal 16 Juni 682 M. Nama lengkapnya tertulis pada Prasasti Talang Tuo yaitu Dapunta Hyang Sri Jayanasa. Menurut Prasasti Kedukan Bukit, Sri Jayanasa mengadakan perjalanan dengan memimpin 20.000 tentara

Sriwijaya pertama kali didirikan di sekitar Palembang, di tepian Sungai Musi. Prasasti ini menyebutkan bahwa Dapunta Hyang berasal dari Minanga Tamwan. Lokasi yang tepat dari Minanga Tamwan namun masih diperdebatkan.

Pusat Kerajaan Sriwijaya ada yang menyebut di Kedah, Muara Takus hingga Kota Jambi. Namun, pendapat populer yang disampaikan G. Coedes tahun 1918 mengatakan pusat Kerajaan Sriwijaya berada di Palembang.

Kerajaan Sriwijaya resmi ditegakkan oleh Dapunta Hyang pada 16 Juni 682 M. Hal ini tertulis dalam Prasasti Kedukan Bukit yang juga dijuluki Prasasti Proklamasi Kerajaan Sriwijaya.

Kerajaan Sriwijaya sangat terkenal hingga ke manca Negara karena Kerajaan Sriwijaya terletak di wilayah yang strategis, yaitu di tepi Sungai Musi dan Selat Malaka. Letak ini menjadikan Sriwijaya sebagai pusat perdagangan internasional antara India dan Cina. Selat Malaka merupakan jalur pelayaran yang penting bagi perdagangan internasional.

Nama-nama Raja Sriwijaya”. Dharmasetu Sriwijaya, Sri Indrawarman,Raja Dharanindra, Raja Samaratungga, Rakai Pikatan, Balaputradewa, Sri Udayadityawarman, Sri Culamaniwarman atau Cudamani Warmadewa.

Nama bangunan dari kerajaan Sriwijaya. Salah satunya adalah candi Muara Takus yang berada di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Candi Muara Takus memiliki corak Buddha yang khas dengan beberapa susunan stupa di atasnya. Di halaman candi, juga ada candi kecil dengan nama Candi Bungus, Candi Sulung, Stupa Mahligai, Stupa Palangka.

Kerajaan Sriwijaya sendiri dikenal sebagai simbol kerajaan maritim di Indonesia dengan masa kejayaannya sekitar pada tahun 8 M sampai 9 M, Sriwijaya menganut sistem pemerintahan yang lebih fleksibel. Contohnya adalah Sriwijaya tidak mempunyai raja yang memerintah secara langsung.

Kerajaan Sriwijaya dikenal sebagai salah satu kerajaan maritim yang populer di Indonesia. Kerajaan tersebut berhasil menguasai perdagangan nasional dan internasional setelah menaklukkan Selat Malaka yang merupakan jalur pelayaran terpenting di Asia Tenggara.

 Sistem pembagian struktur pemerintahan di kerajaan Sriwijaya adalah sebuah kerajaan dengan struktur pemerintahan yang disebut sebagai kadatuan, yang berarti bahwa pemerintahan kerajaan ini terdiri dari kumpulan para datu dari suatu wilayah, serupa dengan konsep provinsi dalam sistem pemerintahan yang lebih modern.

Kerajaan Sriwijaya mencapai puncak kejayaan ketika diperintah oleh Raja Balaputradewa. Hal ini terjadi sekitar abad ke-8 hingga ke-9 Masehi. Puncak kejayaan ini berlangsung hingga kepemimpinan Sri Marawijaya.

Halaman:

Editor: Sudirga Mandala

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kapolda Bangka Belitung Serius Berantas Geng Motor

Rabu, 15 Januari 2025 | 12:28 WIB

Terpopuler

X