REKOMKITA - Diketahui tas pertama yang dapat diidentifikasi oleh para ilmuan diperkirakan sudah ada sejak 2.200-2.500 SM di Profen, Leipzig, Jerman. Tas yang dibuat oleh masyarakat masa prasejarah menggunakan kulit binatang dan kulit kayu sebagai bahan utamanya. Bentuk dari tas sangatlah sederhana, terdiri dari tali untuk membawa badan tas yang hanya memiliki satu ruang.
Manusia sudah menggunakan tas sejak zaman prasejarah untuk membantu kegiatan sehari-hari mereka. Diketahui tas pertama yang dapat diidentifikasi oleh para ilmuan diperkirakan sudah ada sejak 2.200-2.500 SM di Profen, Leipzig, Jerman. Tas yang dibuat oleh masyarakat masa prasejarah menggunakan kulit binatang dan kulit kayu sebagai bahan utamanya. Bentuk dari tas sangatlah sederhana, terdiri dari tali untuk membawa badan tas yang hanya memiliki satu ruang
Memasuki abad ke-14, bahan yang digunakan untuk membuat tas semakin beragam, seperti kain, kulit sintetis, dan pelastik keras. Tas digunakan untuk menyimpan barang berharga seperti jam, kitab, emas, dan perhiasan lainnya. Rata-rata masyarakat menggunakan tali panjang yang digantungkan di korset. Panjang dari tali yang digunakan dapat disesuaikan dengan gaya hidup pemakainya. Perempuan pada masa itu menyukai gaya tali yang dikenal dengan sebutan “tasques”.
Baca Juga: Presiden Pertama Indonesia sampai Presiden Terpilih 2024
Pada abad ke-15 muncul inovasi bentuk tas yang dikenal dengan nama the seal bag. Kemudian pada abad ke-16 dibuat tas handbag yang menggunakan bahan kulit yang diberi tambahan tali kecil diatas badan tas. Pada masa ini pula ditemukan tas travel yang mempunyai bentuk besar untuk membawa banyak barang. Inovasi bentuk tas semakin berkembang pada abad ke-17, dengan bentuk yang semakin kecil untuk keperluan acara-acara penting.
Tas lainnya yang diketahui dibuat pada masa-masa sebelum muncul teknologi modern adalah tas yang terbuat dari kertas. Tas tersebut digunakan oleh orang-orang Tiongkok pada masa Dinasti Tang. Masyarakat Tiongkok menggunakan tas tersebut untuk menyimpan bahan-bahan obat, teh, dan benda-benda lainnya yang terbuat dari bahan-bahan yang ringan.
Di Mesir orang-orang memakai tas pinggang kemanapun mereka pergi untuk menyimpan berbagai benda berharga. Tas pinggang tersebut dibuat dari bahan-bahan berkualitas tinggi dengan sentuhan sulaman dan pehiasan sebagai tambahan aksesorisnya. Semakin baik perhiasan yang digunakan, maka akan semakin tinggi tingkat social orang yang memakainya.
Artikel Terkait
Setelah Gaduh, MNC Grup Akhirnya Tak Larang Nobar, Namun Ada Syarat, Apa itu?
Palatih Timnas Indonesia U-23 Shin Tae-yong Kehilangan Striker Rafael Struick Akibat Akumulasi Kartu Kuning, Siapakah Pengantinya ?
Tak Ada DNA Orang Lain, Polisi Pastikan Brigadir Ridhal Ali Tomi Bunuh Diri
Tim Pencarian Peninggalan Sejarah di Sumatera Selatan akan Dibentuk
Keprotokolan dalam Sebuah Organisasi adalah Hal yang Sangat Penting, Kenapa?
Jalan Putus di Gunung Kemalo Prabumulih, Warga Buat Jembatan Semantara dari Kayu Seadanya
Takluk Atas Uzbekistan, Timnas U23 Masih ada Peluang Lolos ke Olimpiade 2024
Khawatir Timnas Indonesia Kena Mental Gagal Lawan Uzbekistan, Erick Thohir: Kita Mau Menyerah atau Fight Back?
Tepati Janjinya, H Heri Amalindo Ambil Sendiri Formulir di PDIP
Sri Mulyani Turun Tangan, Hibah Keyboard SLB yang Viral Bisa Diambil Gratis dari Kantor Bea Cukai