Alam Semeata Ada Dalam Diri KIita, Kurang Lebih Sama Halnya Dengan Otak Manusia

Photo Author
Sudirga Mandala, Rekomkita
- Kamis, 30 Mei 2024 | 18:48 WIB
Alam semesta yang mirip otak manusia (Sends Tech ID)
Alam semesta yang mirip otak manusia (Sends Tech ID)

REKOMKITA - Alam semesta merupakan struktur yang sangat rumit, kurang lebih sama halnya dengan otak manusia. Hal ini dibuktikan dalam penelitian terbaru yang menganalisis perbedaan dan kemiripan antara alam semesta beserta galaksinya dengan otak manusia serta sel sarafnya.

Studinya diterbitkan dalam jurnal Frontiers of Physics dengan judul “The quantitative comparison between the neuronal network and the cosmic web” Perbandingan kuantitatif antara jaringan saraf dengan jaringan kosmik.

Astrofisikawan Franco Vazza dari Universitas Bologna dan ahli bedah Alberto Feletti dari Universitas Verona, Italia, menemukan data meski keduanya berbeda, struktur otak manusia dan alam semesta memiliki kemiripan.

Baca Juga: Ratu Mas Rara Sumanding Atau Ong Tien

Mereka lebih lanjut mengemukakan proses fisik yang sangat berbeda dapat menghasilkan struktur kompleks dan sistematis yang sangat mirip.

Otak manusia memiliki sekitar 70 juta neuron, sedangkan alam semesta diyakini memiliki setidaknya 100 miliar galaksi.

Kedua sistem ini tersusun atas jaringan kompleks yang tersebar dalam filamen dan node yang menghubungkannya. Ada beberapa kemiripan yang terlihat ketika peneliti membandingkan kedua gambarnya.

Di setiap sistem, jaringan tersebut membentuk sekitar 30 persen dari massa. Lalu 70 persen sisanya terdiri dari komponen yang tampaknya berperan pasif, yakni air pada otak manusia dan energi gelap pada alam semesta.

Untuk lebih memahami kemiripan ini, para peneliti membandingkan cara terbentuknya jaringan galaksi dengan bagian-bagian otak manusia.

Baca Juga: Objek Terpanas Yang Pernah Ditemukan Di Alam Semesta

Mereka bertujuan mengamati penyebarannya dalam dua jaringan berbeda. Hasil analisis kami menunjukkan distribusi fluktuasi dalam jaringan saraf otak kecil pada skala 1 mikrometer hingga 0,1 milimeter mengikuti perkembangan yang sama dari distribusi energi gelap di jaringan kosmik pada skala yang lebih besar dari 5 hingga 500 juta tahun cahaya.

Peneliti juga menemukan kesamaan pada cara galaksi dan saraf terhubung. Untuk sampai pada kesimpulan ini, mereka membandingkan jumlah rata-rata koneksi pada setiap node dengan kecenderungan pengelompokannya.

Sumber dari Vice

Editor: Sudirga Mandala

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kapolda Bangka Belitung Serius Berantas Geng Motor

Rabu, 15 Januari 2025 | 12:28 WIB

Terpopuler

X