Putra Sulung Presenter Ruben Onsu, Betrand Peto Putra Onsu Curhat Soal Dirinya yang Sempat Berjualan di Nusa Tenggara Timur.

Photo Author
Sudirga Mandala, Rekomkita
- Sabtu, 22 Juni 2024 | 16:55 WIB
Betran Peri Putra Onsu dan Tania Putri Onso (Ameena)
Betran Peri Putra Onsu dan Tania Putri Onso (Ameena)

Betrand Peto Jualan Ini di NTT, Kisah Sebelum Jadi Anak Angkat Ruben Onsu dan Sarwendah
Kepada Gilang Dirga, Putra sulung presenter Ruben Onsu, Betrand Peto Putra Onsu curhat soal dirinya yang sempat berjualan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ya, tampak Pembawa acara berusia 30 tahun itu tengah diajak makan bersama oleh keluarga The Onsu ditemani Betrand Peto.
Gilang juga sempat bermain dan melakukan keseruan bersama anak-anak Ruben Onsu.

Saat makan bersama, Sarwendah menyuguhkan berbagai macam makanan.
Di tengah keasyikannya makan, Gilang juga ditawari bakpao oleh Sarwendah.

Mendengar hal tersebut, Betrand Peto lalu bercerita pengalamannya soal makanan yang terbuat dari terigu dan ada isiannya tersebut.
Remaja 15 tahun itu menyampaikan, bakpao dikenal juga dengan sebutan pao bila di kampung halamannya.

Selain menjadi penyanyi keliling, Betrand Peto rupanya juga sempat berjualan bakpao sebelum diangkat menjadi anak oleh Ruben Onsu dan Sarwendah.

"Ngomong-ngomong soal bakpao, kalau di sini sebutnya kan bakpao ya, kalau di sana (NTT) disebutnya pao," tutur Betrand.
"Jadi Onyo itu dulu jualan pao," jelasnya.
Mendengar cerita kakak Thalia dan Thania Putri Onsu tersebut, Gilang tampak penasaran.

Betrand menceritakan, bakpao yang ia jajakan dijual seribu rupiah tiap buahnya.
Bila bakpao berisi daging, coklat dan selai buah, pao yang ia jual biasanya berisi kelapa.
Ia juga menjelaskan ukuran makanan yang ia jual tersebut kira-kira sebesar kepalan tangan.

"Oh ya, satu gitu berapa harganya?" tanya Gilang.
"Seribu rupiah, isinya kelapa," terang Betrand.
Gilang lalu penasaran dengan hasil penjualan bocah asli NTT tersebut.

Baca Juga: Kisah Pataseka Pejantan Tangguh yang Menghasilkan 250 Anak Dari Para Istrinya

Meski tak banyak, Betrand Peto mengatakan dagangannya jarang tersisa.
"Terus kalau jualan gitu sering habis enggak?" tanya Gilang lagi.

"Sering habis sih," singkat Betrand.
Remaja yang baru saja naik ke kelas tiga SMP itu menerangkan, pao yang ia jual bisanya dialasi daun pisang.

Tak seperti kertas yang ada di bakpao, alas daun pisang ditujukan agar lebih hemat.
"Kalau di sana biar lebih hemat, alasnya pakai daun pisang," tegas Betrand.

Editor: Sudirga Mandala

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kapolda Bangka Belitung Serius Berantas Geng Motor

Rabu, 15 Januari 2025 | 12:28 WIB

Terpopuler

X