peristiwa

Terowongaan Apakah yang Bersejarah di Kota Lahat ?

Senin, 25 Maret 2024 | 22:49 WIB
Terowongan Gunung Gajah dibangun 1924 selesai 1925 (Sumber : FB/Bayu Indra Praba)

REKOMKITA-Pembangunan terowongan ini dimulai pada 1924 dan selesai 1 tahun kemudian pada 1925, diberi nama terowongan Gunung Gajah, yang menjadi terowongan tua di Kabupaten Lahat.

Dibangunnya terowongan Gunung Gajah ini juga ternyata membuat Lahat jadi salah satu kota sentral dunia perkereta apian di Sumatera Selatan. Pun di sana berdiri Balai Yasa atau disebut juga Bengkel Kereta Api yang dibangun pada 1931 dan hingga sekarang masih digunakan.

Di jaman milenial seperti sekarang ini, di saat sudah banyak moda transportasi yang canggih dan modern, terowongan Gunung Gajah masih tetap digunakan. Terowongan yang dirancang oleh Willem Synja, arsitek asal Belanda itu sempat ditutup, kemudian dibuka lagi pada 1952.

Terowongan yang juga memiliki nama Willem Synja Tunnel sesuai dengan nama arsiteknya itu ternyata termasuk salah satu terowongan terpanjang di Indonesia, dengan panjang 368 meter. Walau terowongan sempat ditutupi tanah longsor pada Januari 2016 lalu, tidak berarti tidak dapat digunakan lagi.

Rute kereta api masih dengan lancar melewati terowongan Gunung Gajah, penumpang yang menumpang pun dapat menikmati sensasi melewati terowongan bersejarah yang konon saat pengerjaannya dulu banyak menelan korban jiwa para pekerja rodi dimasa penjajahan. Terowongan ini jadi jalur satu-satunya perlintasan kereta api yang menghubungkan kota Lahat dengan kota Tebing Tinggi dan Lubuk Linggau.

Sumber : FB/Bayu Indra Praba

Tags

Terkini

Kapolda Bangka Belitung Serius Berantas Geng Motor

Rabu, 15 Januari 2025 | 12:28 WIB