peristiwa

Harimau Sumatera yang Habitat Aslinya di Pulau Sumatera Ini Dilindungi Karena Hampir Punah

Minggu, 21 April 2024 | 13:32 WIB
Harimau Sumatera yang hampir punah (id.pinterest.com)

REKOMKITA - Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) adalah subspesies harimau yang habitat aslinya di pulau Sumatera. memiliki ciri kulit loreng coklat kekuning-kuningan dengan garis-garis hitam vertikal dari kepala sampai ekor. Tinggi dapat mencapai 60 cm, dengan panjang 250 cm. Massa harimau sumatera dewasa dapat mencapai 140 kg dan panjangnya mencapai 2,5 m dari kepala hingga ekor.

Harimau Sumatra memiliki ciri fisik yang membedakannya dari subspesies harimau lainnya. Ukuran tubuhnya yang lebih kecil dan ramping sehingga memungkinkan mereka beradaptasi dengan habitat hutan tropis yang lebat dan sulit di pulau Sumatra.

Untuk spesies harimau sumatera, dari hasil perhitungan tersebut diperkirakan bahwa jumlah harimau sumatera di alam liar kurang lebih 603 ekor yang tersebar dalam 23 lanskap di Sumatera dengan jumlah masing-masing berkisar dari 1 hingga 185 individu.

Baca Juga: Kisah Nyata yang Sangat Sadis dan Mengerikan ini Diangkat Dalam Sebuah Film Layar Lebar “Vina Sebelum 7 Hari”

Punahnya harimau bisa menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem dengan peningkatan populasi hewan mangsa. Sebagai predator puncak, harimau memegang peran penting dalam memelihara stabilitas rantai makanan.

Jumlah populasi harimau Sumatera di habitat alam dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Hal tersebut terjadi akibat berkurangnya atau degradasi habitat (deforestrasi dan fragmentasi), perambahan, perburuan, perdagangan illegal, menurunnya satwa mangsa, dan konflik harimau dengan manusia.

Harimau Sumatera menjadi target perburuan ilegal dan perdagangan satwa liar. Bagian-bagian tubuhnya digunakan dalam berbagai produk berbasis tradisional dan alternatif, seperti obat-obatan dan perhiasan. Selain itu, keberadaan harimau Sumatera dalam perdagangan hewan peliharaan eksotis juga mengancam populasi mereka.

Baca Juga: Bocah SD Viral Karena Membawa Adiknya ke Sekolah Lantaran Ibunya Sudah Meninggal Dunia

Selain hilangnya habitat, perburuan dan perdagangan secara illegal serta konflk dengan manusia menjadi penyebab utama berkurangnya populasi Harimau Sumatra. Bahkan diyakini perburuan dan konflik saat ini menjadi faktor pembunuh Harimau yang paling tinggi.

Di balik penetapan harimau sumatera sebagai satwa yang dilindungi adalah upaya untuk melindungi harimau sumatera yang telah diklasifikasikan sebagai satwa yang terancam punah oleh IUCN (International Union for Conservation of Nature). Jika dibiarkan, harimau sumatera merusak ekosistem rantai makanan hewan tersebut.

Tags

Terkini

Kapolda Bangka Belitung Serius Berantas Geng Motor

Rabu, 15 Januari 2025 | 12:28 WIB