peristiwa

Sang Pencipta Lagu Indonesia Raya WR Supratman dan Berperan Juga Dalam Sejarah Sumpah Pemuda

Senin, 22 April 2024 | 15:48 WIB
W. R Supratman (pinterest)

REKOMKITA - Wage Rudolf Supratman atau yang akrab disapa W.R. Supratman, lahir pada 9 Maret 1903 di Surabaya, Jawa Timur. Ia merupakan komponis dan musisi Indonesia yang mencipatkan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Pada tahun 1926 W. R. Supratman berhasil menulis salah satu lagu yang berjudul Indonesia Raya yang bermakna untuk mengajak seluruh masyarakat untuk mencintai tanah air mereka sertasekaligus serta sebagai wujud nyata atas kecintaannya terhadap bangsa dan tanah air.

Lagu ini digubah oleh Wage Rudolf Soepratman pada tahun 1924, seiring dengan berkembangnya semangat nasionalisme di seluruh Nusantara. Pada saat itu, Indonesia masih di bawah pemerintahan Hindia Belanda, dan ide pembentukan satu entitas bangsa Indonesia mulai mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan.Baca Juga: Sosok Inspirator Buya Hamka Adalah Seorang Sastrawan, Ulama, Politikus, Sekaligus Pahlawan Indonesia

Karena ragu, Sugondo akhirnya memutuskan WR Supratman diperkenankan memperkenalkan lagu Indonesia Raya dengan biola tanpa menyanyikan liriknya. Dengan memandang kawannya itu dengan penuh kepercayaan, ia mempersilahkan Indonesia Raya diperdengarkan.

Setiap bait lirik lagu Indonesia Raya menggambarkan tentang rasa bangga karena telah memiliki tanah air Indonesia sepenuhnya. Selain itu, makna pada stanza pertama lagu Indonesia Raya yaitu tentang rasa persatuan dan kesatuan bangsa, sekaligus menekankan pada seluruh rakyat bahwa Indonesia telah merdeka.

Baca Juga: Bendera Merah Putih yang Pertama Kali Dikibarkan adalah Bendera yang Dijahit Oleh Ibu Fatmawati pada Tahun 1944

Supratman memiliki dua peran utama dalam sejarah Sumpah Pemuda. Perannya yang paling penting adalah mengenalkan lagu "Indonesia Raya" di depan khalayak untuk pertama kalinya. Tak hanya itu, ia yang dulu bekerja sebagai wartawan juga dikirim ke Kongres Pemuda II untuk meliput.

Lagu Karya WR Supratman: Ibu Kita Kartini (1929) Ibu kita Kartini. Di Timur Matahari (1931) Di timur matahari mulai bercahaya. Dari Barat Sampai ke Timur (1926) Dari barat sampai ke timur. Indonesia Hai Ibuku (1928) . Pahlawan Merdeka. Matahari Terbit (1938). Selamat Tinggal (1938). Indonesia Tjantik (1924).

Tags

Terkini

Kapolda Bangka Belitung Serius Berantas Geng Motor

Rabu, 15 Januari 2025 | 12:28 WIB