peristiwa

Penghormatan yang Menarik Mumifikasi dan Perhiasan Berlapis Emas dari Biksu Buddha Tiongkok yang Terhormat

Kamis, 16 Mei 2024 | 11:17 WIB
Patung Biksu yang di awetkan dan dilapisi emas (khabargalaxi.com)

REKOMKITA - Jenazah seorang biksu Buddha yang sangat dihormati di Tiongkok telah diubah menjadi patung emas yang indah empat tahun setelah kematiannya.

Fu Hou meninggal pada tahun 2012 setelah menghabiskan sebagian besar hidupnya di Kuil Chongfu di sebuah bukit di kota Quanzhou, di Tiongkok selatan, menurut kepala biara kuil, Lі Ren.

Praktek ini diperuntukkan bagi orang-orang suci di beberapa daerah dengan tradisi Budha yang kuat.

Biksu tersebut mulai mempraktikkan agama Buddha pada usia 13 tahun dan mengabdikan hidupnya pada agama tersebut sebelum kematiannya pada usia 94 tahun. Ia lahir di Jinjіаng – juga di Provinsi Fujiаn – pada tahun 1919.

Baca Juga: Sang Suami Memvidiokan Istrinya di Kamera Tersembunyi, dan Inilah yang Tertankap Camera

Kuil memutuskan untuk membuat mumi Fu Hou untuk memperingati pengabdiannya pada agama Buddha dan menjadi inspirasi bagi para penganut agama tersebut.

Seorang pria memotret tubuh mumi biksu Budha yang dihormati, Fu Hou, pada bulan Maret di kota Quanzhou di provinsi Fujian, Tiongkok selatan.

Menurut People's Dаіly, dia dianggap sebagai biksu yang luar biasa oleh murid-muridnya saat berkhotbah dan merupakan orang pendiam yang selalu dengan susah payah mempraktikkan keyakinannya.

Fu Hou dikatakan memiliki sedikit kontak dengan dunia luar, memiliki hati yang penuh kasih sayang dan sangat dihormati oleh para biksu muda dan teman-temannya. Sebelummeninggal, Fu Hou membuat keputusan untuk mengawetkan tubuhnya.

Segera setelah kematiannya, tubuh biksu itu dicuci, dirawat oleh dua ahli mumifikasi, dan disegel di dalam toples tembikar besar di tempat yang tepat, kata kepala biara.

Saat toples dibuka pada bulan Januari tahun ini, jenazah biksu tersebut ditemukan utuh dan dalam keadaan tegak dengan sedikit tanda kerusakan selain kulitnya yang sudah mengering, kata Li Ren.

Baca Juga: Adit Anak 13 Tahun yang Rawat Ayah dan Ibunya Stroke Seorang Diri

Jenazah kemudian dibasuh dengan alkohol dan ditutup dengan lapisan kain kasa, pernis dan terakhir daun emas.

Patung itu juga berjubah, dan laporan media lokal menyebutkan bahwa kotak kaca telah dipesan untuk patung tersebut, yang akan dilindungi dengan perangkat anti maling.

Halaman:

Tags

Terkini

Kapolda Bangka Belitung Serius Berantas Geng Motor

Rabu, 15 Januari 2025 | 12:28 WIB