peristiwa

Matahari Telah Melepaskan Letusan Jilatan Matahari Terbesar

Minggu, 26 Mei 2024 | 20:58 WIB
Fenomena Matahari (Sains Tech ID)

REKOMKITA - Menjelang Akhir tahun 2024 hingga 2026 nanti, NASA memperingatkan mengenai adanya aktivitas Maksimum dari Matahari.

Padatanggal 10 Mei kemarin, Matahari melepaskan letusan terkuatnya sehingga memicu pemadaman radio di beberapa wilayah lintang tinggi.

MenurutPusat Prediksi Cuaca Luar Angkasa (SWPC) NOAA, semburan matahari dinamis terjadi Sabtu 10 Mei dari wilayah bintik matahari aktif yang disebut AR3664. Puncaknya terjadi pada pukul 21:23 EDT (01.23 Mei 11 GMT), tercatat sebagai suar kelas X5.8 yang sangat besar, kata pejabat SWPC.

Akibatnya, sebagian sisi bumi yang diterangi matahari mengalami kehilangan sinyal radio frekuensi tinggi (HF) untuk sementara atau seluruhnya. Semburan Matahari kelas X merupakan jenis letusan matahari yang paling kuat, dan meskipun semburan api dapat berlangsung mulai dari beberapa menit hingga beberapa jam, semburan api dengan magnitudo tinggi bukanlah hal yang umum.

Namun, minggu ini matahari telah melepaskan serangkaian nyala api yang sangat kuat yang membuat tampilan cahaya utara bumi menjadi lebih hebat .

Menurut diskusi SWPC NOAA baru-baru ini , wilayah AR3664 akan berpotensi tetap sibuk hingga Senin 13 Mei atau Hari ini. Aktivitas matahari tingkat tinggi hingga sangat tinggi diperkirakan akan terus meningkatkan kemungkinan terjadinya lebih banyak suar di dua kelas teratas, M dan X.

Para ilmuwan juga mencatat bahwa terjadi lontaran massa koronal (CME), yaitu luncuran plasma dan medan magnet dalam jumlah besar.

Haltersebut dapat membawa dampak tambahan terhadap Bumi dalam beberapa hari mendatang termasuk masalah pada jaringan listrik, jaringan telekomunikasi, dan satelit di orbit serta memicu pertunjukan Aurora beberapa lokasi lintang tinggi.

Tags

Terkini

Kapolda Bangka Belitung Serius Berantas Geng Motor

Rabu, 15 Januari 2025 | 12:28 WIB