Berita ini mungkin bagi sebagaian kalian akan membuat kejang-kejang. Tapi faktanya bahwa Kabar mengenai Majapahit yang menakluk India Selatan itu dinyatakan oleh Sejarawan India yang bernama H.B.Sarkar (1935). Jadi bukan orang Jawa yang gembar-gembor.
Siapa itu H.B.Sarkar 1935 ?, Guna memahami siapa tokoh itu secara mendalam boleh silahkan anda lacak sendiri cari jurnal-jurnal Internasional yang membahas mengenainya di Google Cendikia ataupun di Situs-Situs Publikasi Jurnal.
Bahwa menurut H.B.Sarkar 1935 sebagaimamna yang dikutip oleh Profesor Aris Munandar dalam artikelnya " MAJAPAHIT DAN KONDISI DUNIA SEZAMAN" menyebutkan ;
"Bahwa Majapahit dalam zaman pemerintahan Raja ke-2, yaitu Jayanagara 1309—1328 pernah berkuasa atas daerah Pandya di India selatan. Nama lengkap Jayanagara ialah Sri Sundara pandya dewa dhiswaranama maharaja bhiseka wikramottungga dewa, nama itu menandakan bahwa Jayanagara memegang kekuasaan tertinggi atas raja Pandya di India.
Baca Juga: Dua Siswi SMPN 6 Muara Enim Membanggakan Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Pencak Silat Nasional
selatan yang berjuluk Sundarapandya. Hal lain yang menarik bahwa prasasti Jayanagara mempunyai lancana Minadwaja (sepasang ikan), mungkin bentuk kejayaan Majapahit di lautan".
Dinasti Pandya, juga disebut sebagai Pandya dari Madurai, adalah dinasti Tamil kuno di India Selatan dan satu di antara tiga kerajaan besar Tamilakam, bersama Chera dan Chola. Berdiri sejak abad ke-3 SM hingga ke-4 M, dinasti ini melewati dua periode dominasi kekaisaran, abad ke-6 hingga ke-10 M, dan di era Pandya Akhir Abad ke-13 hingga ke-14 M. Pandya memerintah wilayah yang luas, termasuk wilayah India Selatan saat ini dan Sri Lanka utara sebagai negara bawahan yang tunduk pada Madurai.
Menariknya, bahwa bendera dari Dinasti Pandya ini bergambar Sepasang Ikan sebagaimana lancana Minadwaja sepasang ikan pada bendera Dinasti Pandya.
Jika betul Pendapat H.B.Sarkar 1935 ini, maka jelas Jaya Negara ini bukan Raja yang gak becus memerintah negara. Kenapa bisa begitu ? ya meskipun Naskah Lokal menyebut bahwa Jaya Negara digambarkan sebagai "Kalagemat" Raja yang gak becus, tapi faktanya catatan asing justru malah sebaliknya mengangapnya sebagai Raja hebat.