peristiwa

Idul Adha Kenapa Disebut Hari Raya Qurban, Bagaimana Sejarah Hari Raya Idul Adha,? Simak Penjelasan Berikut.!

Senin, 17 Juni 2024 | 19:45 WIB
Hari Raya Idul Adha (Rekomkita)

 

REKOMKITA - Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu perayaan penting dalam agama Islam, selain Idul Fitri. Hari besar ini, yang juga dikenal sebagai Lebaran Haji atau Hari Raya Idul Qurban, dirayakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah dalam kalender Hijriyah. Pada tahun ini, Idul Adha jatuh pada hari Senin, 17 Juni 2024.

Hari Raya Idul Adha memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Muslim di seluruh dunia. Penyebutan yang berbeda untuk perayaan ini mencerminkan berbagai aspek sejarah, dan tradisi yang terkait dengan Idul Adha.

Mengapa disebut Lebaran Haji? Dikutip dari situs resmi Kementerian Agama Bali pada Minggu, 16 Juni 2024, Iduladha sering disebut sebagai Lebaran Haji karena bertepatan di pelaksanaan ibadah Haji, rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim yang mampu, di Mekkah.

Sehari sebelum Idul Adha, tepatnya pada 9 Dzulhijjah, jemaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah.

Wukuf, yang merupakan puncak dari rangkaian ibadah haji, adalah saat di mana para jemaah berdiam diri untuk berdoa dan berzikir mulai dari siang hingga matahari terbenam. Setelahitu, mereka melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah untuk bermalam.

Bagi umat Islam yang tidak sedang melaksanakan haji, disunnahkan untuk berpuasa pada hari Arafah ini. Puasa Arafah memiliki keutamaan besar, termasuk penghapusan dosa selama dua tahun.

Sejarah Hari Raya Idul Adha. Nama Idul Adha berasal dari bahasa Arab, di mana 'idul' diambil dari kata 'ada yaudu' yang berarti kembali. Sedangkan 'adha' adalah bentuk jamak dari 'adhat' yang berasal dari kata 'udhiyah', yang bermakna kurban.

Baca Juga: Dosa Kadafi Terhadap Indonesia Sehingga Ditumbangkan Oleh Rakyatnya Sendiri

Itu kenapa selain dikenal sebagai Lebaran Haji, Idul Adha juga disebut sebagai Hari Raya Idul Qurban.

Istilah ini mengacu pada peristiwa yang melatarbelakangi perayaan tersebut, yaitu kisah Nabi Ibrahim yang siap mengorbankan putranya, Ismail, sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Allah.

Namun, dalam ujian tersebut, Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba, dan peristiwa ini menjadi simbol pengorbanan dan ketaatan yang diabadikan dalam tradisi penyembelihan hewan kurban.

Umat Muslim di seluruh dunia mengikuti jejak Nabi Ibrahim dengan menyembelih hewan kurban, seperti sapi, kambing, atau domba, dan membagikan dagingnya kepada mereka yang membutuhkan.

Idul Adha sering disebut sebagai Idul Qurban karena identik dengan tradisi penyembelihan hewan kurban. Penyembelihan ini hukumnya sunnah muakkadah bagi umat Islam yang sudah baligh, berakal, dan mampu secara finansial.

Pada Hari Raya Kurban, umat Muslim diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih hewan ternak, seperti sapi, domba, dan kambing.

Halaman:

Tags

Terkini

Kapolda Bangka Belitung Serius Berantas Geng Motor

Rabu, 15 Januari 2025 | 12:28 WIB