Keinginannya menjadi tentara itu muncul ketika Tessy tahu penyebab ayahnya yang seorang ABRI meninggal dunia saat perang.
Ayahnya meninggal saat Tessy masih berumur 7 bulan di dalam kandungan ibunya.
"Saya lihat kan itu perjalanan bapak saya kenapa, kenapa," kata Tessy.
"Akhirnya memang meninggal dalam keadaan perang. Saya lihat bapak itu matinya kenapa, disitulah saya terpanggil," ucap Tessy.
Selama menjadi tentara, Tessy sempat bertugas di Papua, Tessy memutuskan berhenti atas permintaan ibunya.
Baca Juga: Profil dan Biodata Dian Sidik Pemeran Jaka Tingkir, Dulu Ajudan Wiranto Kini Sukses Jadi
"Saya pulang kan habis dari Irian, dengan pakaian tegap, supaya pamer ke ibu. Ibu datang, lihat saya, cuek, acuh," kenang Tessy.
"Ibu ngomong, 'kamu sayang ibu apa sayang kerjaan?' Kaget dong. Setelah itu saya diem, ibu jawab lagi sendiri, 'kalau kamu sayang ibu, kamu lepas baju, kamu tetap sama ibu, tapi kalau sayang kerjaan, kamu pergi,'" lanjutnya.
Mendengar ucapan ibunya itu, Tessy yang merupakan anak tunggal akhirnya memutuskan meninggalkan pekerjaan sebagai tentara.
"Akhirnya ya udah (saya lepas). Saya sayang ibu, apalagi saya anak tunggal," ujar Tessy.
Sebelum memutuskan berhenti, Tessy mengaku saat itu sudah menjadi tentara selama 2,5 tahun.
"KKO, Korps Komando Operasional, angkatan laut, sekarang jadi Marinir," kata Tessy. "Enggak lama, cuma 2,5 tahun," jelasnya.