REKOMKITA- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel menerima seekor Owa Siamang dari salah satu warga Desa Karet Jaya, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan beberapa hari yang lalu.
Owa Siamang yang diterima oleh BKSDA Sumsel dari warga OKU Selatan tersebut tergolong unik. Pasalnya, warga langsung secara sadar menghubungi atau melaporkannya kepada call center BKSDA Sumsel.
"BKSDA Sumsel baru saja menerima serahan satu individu satwa, Owa Siamang (Symphalangus syndactylus) yang ditemukan warga Desa Karet Jaya, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan, dan dilaporkan melalui call center," demikian dilansir dari laman instagram BKSDA Sumsel.
Menurut BKSDA Sumsel, Owa Siamang yang diserahkan tersebut berjenis kelamin jantan dengan perkiraan usia lima bulan. Nantinya Owa Siamang akan dititiprawatkan di PRS Punti Kayu untuk upaya konservasi.
BKSDA Sumsel terus mengingatkan, jika merehabilitasi satwa bukanlah proses yang mudah. Untuk itulah BKSDA mengingatkan pada masyarakat untuk membiarkan satwa hidup di habitatnya dan menjalankan fungsinya di alam.
Melansir Wikipedia, Owa Siamang (Symphalangus syndactylus) adalah kera hitam yang berlengan panjang.
Owa siamang hidup pada pohon-pohon. Pada umumnya, siamang sangat tangkas saat bergerak di atas pohon, sehingga tidak ada predator yang bisa menangkap mereka. Siamang merupakan spesies terancam, karena deforestasi habitatnya yang cepat.
Satwa yang lebih aktif pada siang hari ini juga memiliki perkembangan otak yang tinggi. Mereka bersosialisasi dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari dua sampai tiga ekor siamang.
Sumber: Instagram
Artikel Terkait
HUT Pemprov Sumsel ke 78, ini Sederet Lomba yang akan Digelar
Asyik, Ruas Tol Baru akan Melintas di Kabupaten Muba, Panjangnya Capai 132 KM
Timnas Indonesia Mendapatkan Tambahan Amunisi Jelang Laga vs Vietnam
Mengenal Sosok H Asri Ag Balon Kuat Bupati PALI 2024, Punya Segudang Pengalaman!
Perjalanan karir Gia Milana sebelum ke klub volly Red Sparks Korea Selatan yang satu team dengan Mega dari Indonesia
Mitos Desa Pandan Tanah Abang, Julukan Pembohong Pandan itu Hanya Pribahasa atau Gimik?
Usulan Gubernur DKI Jakarta ada Unsur Betawi Bikin Meradang Sejumlah Pihak, Bandingkan Ali Sadikin