REKOMKITA – Mengenalkan tentang sejarah kepada generasi sangat penting, agar tidak hilang ditelan waktu. Kendati seperti itu, siswa dan siswi SMP AMANIA BETUNG Study Tour ke Galery DEKRANASDA PALI untuk mengenal warisan cagar budaya tak benda yang ada didaerah PALI khusunya.
Para siswan dan siswi SMP AMANIA BETUNG sangat antusias mempelajari tentang warisan cagar budaya, terutama didaerahnya sendiri. Terutama di kabupaten Penukal abab lematang Ilir (PALI) agar warisan cagar budaya tidak punah oleh perkembangan zaman.
Guru IPS SMP AMANIA mengungkapkan, “minimnya pengetahuan tentang warisan nenek moyang yang hampir punah oleh kemajuan zaman”. Maka dari itu, saya mengajak para siswa dan siswi SMP AMANIA BETUNG agar mengenal lebih dalam tentang warisan nenek moyang kita zaman duhulu.
Ternyata Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumatera Selatan menyimpan banyak warisan cagar budaya maupun warisan cagar budaya tak benda. Alhamdulillah kami selalu disambut dengan baik oleh pengawas di tempat yang kami kunjungi, dan selalu diberikan ilmu dan pengetahuan yang luarbiasa.
Baca Juga: OSIS SMA AMANIYAH Betung Mengajak Seluruh Siswa dan Siswi Mendalami Pembelajaran Shalat
Dengan berkunjung ke sini kami jadi tau ternyata Kabupaten PALI banyak memiliki warisan budaya yang sangat luar biasa. Biasanya kami hanya mendengar cerita, namun kali ini kami bias menyaksikan langsung kearifan dan keindahan budaya PALI “ujar para siswa”.
Siswa dan siswi SMP AMANIA Betung Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumatera Selatan, sangat senang dengan system pembelajaran yang langsung datang berkunjukng ketempat penyimpanan warisan budaya seperti ini, para siswa mengatakan bahwa pembelajaran seperti ini sangat menyenangkan, selain kita bias melihat langsung warisan cagar budayanya, kita juga tidak menjadi bosan belajar, disbanding selalu belajar di dalam kelas.
Para siswa mengatakan. Ternyata study tour sangat menyenangkan, dengan study tour kita bias belajar sambil jalan-jalan untuk membuka pemikiran kita menjadi sangat luas. Bukan hanya duduk menulis dan dijelaskan didalam kelas, kalo seperti itu setiap hari tidak munafik pasti ada rasa bosannya ujar para siwa.