REKOMKITA – Desa Betung Abab kecamatan Abab Kabupaten penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumatera Selatan, memiliki banyak anak muda milenial yang mempunyai potensi. Namun tidak terpantau bahkan dimanfaatkan oleh Daerah lain.
Sudirga Mandala atau sering dikenal dengan sebutan “Ábang” ini merupakan anak kelahiran Desa Betung Abab, tak banyak yang tau bahwa beliau ini adalah salah satu anak milenial Desa Betung Abab yang memiliki segudang prestasi.
Sudirga Mandala Lahir dari (Alm) ayah yang bernama Muhammad Imit (imit) dan (Almh) ibu yang bernama Nurgiana (gi), Pada Tanggal 26 Juli 1993 di Desa Betung Abab, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatera Selatan Indonesia. Beliau seorang anak yatim piatu, karena kedua orang tuanya sudah meninggal dunia. Dia hidup sendiri atau sebatang kara, karena saudaranya sudah menikah, sedangkan beliau sendiri sampai 2024 ini belum menikah (masih single).
Sudirga Mandala sejak dulu sering menjuarai ajang perlobaan baik tingkat umum maupun tingkan sekolah. Beberapa prestasi yang di miliki beliau adalah, lomba puisi dan cepat-tepat sekabupaten di tempat asalnya. Dinobatkan sebagai pembaca puisi terbaik sekabupaten dikala itu yang didampingi oleh gurunya yang bernama Ramlan Setiawan. Sering menjuarai cepat tepat individu maupun berkelompok. Menjadi 3 besar finalis modeling disalah satu ajang pencarian modeling majalah. Pernah mengikuti ajang bernyanyi pada ajang besar. Pernah ikut seminar pelatihan para calon kedokteran dan berhasil meraih nilai 3 tertingi. Pernah menjadi moderator disalah satu seminar pentingnya pendidikan. Pernah menjadi penggerak PRAMUKA peminatan tingkat SMP dan SMA. Beliau pernah bekerja di beberapa perusahaan ternama di Indonesia terutama di Bandun dan Jakarta. Sering mendapatkan gelar karyawan terbaik di perusahaan tempat ia bekerja. Sering menyalurkan putra/putri daerah untuk bekerja di kota-kota besar di Indonesia. Dan masih banyak lagi potensi dan prestasi lainyan yang tidak dijelaskan secara rinci.
Dengan segudang prestasinya beliau berkata tak ada satupun dukungan dari pihak manapun bahkan hanya sekedar gelar prestasi saja, beliau juga mengatakan semua pencapaiannya didapatakannya secara mandiri, meski dengan segala keterbatasan dan segala kekurangan.
Saat ditanya, beliau mengatakan bahwa, dahululu aku terbuang dikota orang agar dapat bertahan hidup dan diterima dengan sangat baik disana, namun beliau mengatakan bahwa pesan dari almarhumah ibunya mengatakan, bangunlah potensi di tempat asalmu, meskipun tak ada satu orangpun yang mendukungmu, berusahalah dengan usahamu sendiri jika tak ada yang membatumu. Saat ini saya kembali ke tempat asal saya karena saya berharap saya bisa ikut serta mengembangkan daerah saya, namun kenyataannya saya malah disia-siakan, bahkan sering diremehkan dan direndahkan, karena keadaan saya yang terbilang pas-pasan. Beliau berkata, ternyata punya kemampuan dan memiliki niat kerja keras, akan dikalahkan oleh jabatan dan orang-orang sekitar, jika tak ada kuasa maka adan harus terlupa. Dan satu hal lagi “uang bias membelokkan segalanya”.
Pesan moral yang beliau berikan adalah, berusaha dan bekerja keraslah. Dan jangan mengandalkan orang lain dalam hal apapun, karena pada dasarnya tak ada yang peduli denganmu apapun keluh kesahmu, dan orang akan memanfaatkanmu saat kamu dibutuhkan.