Hasil sementara menunjukkan tenggelamnya kapal diduga dipengaruhi kombinasi cuaca ekstrem, tingginya gelombang laut, serta muatan hasil tangkapan yang cukup besar.
Baca Juga: Tokoh Gerindra Dorong Fighter Aprilian Maju di Pilkada Minsel
Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas menyampaikan bahwa keselamatan nelayan harus menjadi prioritas utama, terutama saat kondisi cuaca di laut sedang tidak bersahabat.
“Kami mengimbau seluruh nelayan agar selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca sebelum melaut dan tidak memaksakan beroperasi saat kondisi gelombang tinggi. Keselamatan jiwa harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap aktivitas pelayaran,” ujar Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas.
Ia menambahkan, Ditpolairud Polda Sulut akan terus meningkatkan patroli serta penyebaran informasi keselamatan pelayaran guna meminimalisir risiko kecelakaan laut di wilayah perairan Sulawesi Utara.
Artikel Terkait
Hadapi Era Digital, Polda Sulut Latih Personel Humas Bikin Konten Berbasis AI
Tokoh Gerindra Dorong Fighter Aprilian Maju di Pilkada Minsel
Nahkoda Baru Ranowangko Resmi Dilantik, Johnra Tiwow Titip Harapan untuk Noldy Ukus
Jasa Raharja Sulut Salurkan Santunan Rp12,57 Miliar kepada 576 Korban Kecelakaan hingga Juni 2026
Gubernur Sulut Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan Transparan dalam Paripurna DPRD