Ia menilai kedua pendekatan tersebut penting untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kepada peserta PKN Tingkat II, Yulius Selvanus menguraikan lima karakter yang wajib dimiliki seorang pemimpin perubahan, yakni visioner, adaptif, kolaboratif, berintegritas, dan berorientasi pada hasil.
Ia berharap setiap proyek perubahan yang dihasilkan peserta mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, kemudahan investasi, percepatan transformasi digital, peningkatan daya saing daerah, serta pembangunan berkelanjutan.
Mengakhiri arahannya, Gubernur mengajak seluruh peserta menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan Sulawesi Utara sebagai provinsi yang semakin kompetitif, ramah investasi, berdaya saing global, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan.
"Marilah kita jadikan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II ini sebagai momentum melahirkan pemimpin-pemimpin perubahan yang mampu menciptakan masa depan Sulawesi Utara yang lebih maju, inklusif, hijau, dan berkelanjutan," pungkasnya.