sulawesi-utara

Cuaca Ekstrem Tenggelamkan KM Koxinga di Perairan Kema, Seluruh ABK Berhasil Diselamatkan

Selasa, 14 Juli 2026 | 22:06 WIB
‎Awak kapal KM Koxinga (dok.humas polda sulut)

Rekomkita - Sebuah kapal nelayan pencari ikan, KM Koxinga, dilaporkan tenggelam di perairan Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Senin (13/7/2026) pagi. 

Beruntung, seluruh awak kapal yang berjumlah 12 orang, termasuk kapten kapal, berhasil diselamatkan dan dievakuasi dalam keadaan selamat.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WITA di perairan Desa Lansot, sekitar dua mil laut dari Pelabuhan Pelelangan Ikan Desa Kema III.

Baca Juga: Gubernur Sulut Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan Transparan dalam Paripurna DPRD

‎Kapal milik Rafli Antouw itu sebelumnya berlayar sejak pukul 03.00 WITA bersama 11 anak buah kapal (ABK) untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Ditpolairud Polda Sulawesi Utara, KM Koxinga berhasil memperoleh sekitar lima ton hasil tangkapan sebelum memutuskan kembali ke dermaga. 

Namun saat perjalanan pulang, kapal dihantam gelombang tinggi yang dipicu cuaca buruk.

Baca Juga: Nahkoda Baru Ranowangko Resmi Dilantik, Johnra Tiwow Titip Harapan untuk Noldy Ukus

‎Ombak besar dari arah belakang menyebabkan air masuk ke dalam kapal dan membuat mesin mati. 

Dalam kondisi tidak terkendali, kapal kemudian berputar arah sebelum kembali dihantam gelombang yang lebih besar hingga akhirnya terbalik dan tenggelam.

‎‎Beruntung, sebuah perahu lampu yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian segera memberikan pertolongan. 

Baca Juga: Jasa Raharja Sulut Salurkan Santunan Rp12,57 Miliar kepada 576 Korban Kecelakaan hingga Juni 2026

‎Seluruh ABK dan kapten kapal berhasil dievakuasi dari laut sebelum kapal tenggelam sepenuhnya.

Tak lama setelah kejadian, KM Revinay bergerak menuju lokasi untuk membantu upaya penyelamatan mesin kapal serta alat tangkap ikan yang masih dapat diselamatkan dari dasar laut.

‎‎Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulut yang menerima laporan langsung melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) terkait insiden tersebut. 

Halaman:

Tags

Terkini