REKOMKITA - Kue Apem adalah kue Khas asal Cirebon yang hanya muncul pada waktu-waktu tertentu saja, yaitu muncul pada tanggal 1 hingga 30 Bulan Safar.
Kue Apem bentuknya ada beberapa jenis, ada yang kotak, dan ada yang bentuknya setengah bulat, adapun rasa kue ini adalah tawar, oleh karena itu kue apem biasa dimakan dengan gula merah yang dicairkan sebagai celupannya.
Menurut kabar lisan, bahwa bentuk kue apem yang terdiri dari dua jenis, yaitu kotak dan bulat menggambarkan jika kue apem diciptakan untuk memperingati syahidnya Husain RA, Cucu Nabi Muhamad yang wafat dimutilasi oleh Pendukung Muawiyah sebagai akibat dari Perang di Karabala (Iraq).
Kue berbentuk bulat melambangkan kepala, sementara kue yang berbentuk kotak bermaksud badan adapun yang terpisah dari kepalanya. Adapun gula merah cair yang menyertai kue apem dianggap sebagai darah dari cucu Nabi tersebut.
Sementara mengenai waktu pembuatan kue Apem yang dilakukan di bulan Safar adalah juga berkaitan dengan waktu terbunuhnya Husain RA. Sebagaimana diketahui bahwa cucu Nabi itu wafat pada tanggal 10 Muharam tahun 61 Hijriyah. Sebagai duka mendalam pada peristiwa itu orang-orang Cirebon membuat kue Apem pada tanggal 1 hingga 30 Safar selepas satu bulan tragedi Karabala.
Selain untuk memperingati tragedi terbunuhnya Husain RA, pembuatan Apem juga digunakan sebagai ajang saling minta maaf antar tetangga, sebab dalam kepercayaan tradisional orang Arab dahulu, bulan Safar adalah bulan bencana, sehingga untuk menolak bala perlu usaha saling maaf memaafkan antar sesama. Ininlah sebabnya, kue yang dibuat pada bulan Safat itu dinamai Apem, kata Apem berasal dari bahasa Arab “Afwan” yang dilafalkan Apem/Ngapem oleh orang Cirebon.
Karena sifatnya sebagai Kue yang diciptakan untuk ajang minta maaf antar sesama masyarakat, maka pembuatan kue Apem dilakukan oleh tiap-tiap penduduk yang ingin membuatnya, mereka biasanya membuat kue apem untuk dibagikan kepada tetangga mereka. Pada bulan Safar di desa-desa yang ada di Cirebon biasanya hampir setiap rumah membuat apem. Mereka saling tukar menukar kue apem selama bulan itu.
Baca Juga: Jawa Membungkam Mongolia di Vietnam
Selain dibuat oleh masyarakat, pada Bulan Safar juga, Keraton yang ada di Cirebon, baik Kasepuhan, Kanoman, Kaprabonan dan Kacirebonan juga membuat kue Apem untuk kemudiian dibagikan kepada sanak kerabat Keraton dan dibagikan kepada masyarakat. Hal ini mengindikasikan bahwa budaya pembuatan kue Apem di Cirebon datang dari instruksi pihak keraton sehingga nantinya diikuti masyarakat. Adapun mengenai kapan pertama kalinya kue Apem dibuat di Cirebon tidak ada yang tahu pasti, hanya saja budayawan dan sejarawan Cirebon meyakini jika pembuatan kue Apem di Cirebon sudah ada sejak zaman Sunan Gunung Jati.
Selain di Cirebon, kue Apem juga sebetulnya dikenal dalam masyarakat lain, di Jawa tengah dan timur kue ini biasa dibuat pada bulan Muharam, tepatnya pada 10 Muharam, yaitu dibuat sesuai dengan tanggal wafatnya Husain RA. Sementara di Indramayu, meskipun sama-sama dibuat pada bulan Safar, akan tetapi kue di Indramayu yang dibuat pada bulan Safar itu, meskipun bentuknya serupa namanya berbeda, di Indramayu namanya kue Cimplo.
Artikel Terkait
Tak Jadi Pilih Anies, PKS Usung Kadernya Saja , Sohibul Iman, Ini Alasannya!
Posisi Pandai Besi dalam Sejarah Nusantara
PKS Pilih Sohibul Iman Saja, Lupakan Anies Baswedan Beginilah Komentar Golkar
Kisah Pasukan Mataram Runtuhkan Benteng Kokoh Jepara Warisan Ratu Kalinyamat
Jawa Membungkam Mongolia di Vietnam
Siswi SMAN 8 Medan Tak Naik Kelas Karena Laporkan Pungli, Video Sang Ayah Marah
Siswi SMAN 8 Medan Tak Naik Kelas Karena Ayahnya Laporkan Korupsi dan Pungli, Kepala Sekolah Paparkan Jumlah Absen
Vadel Badjideh Umumkan Putus dari Lolly,Anak Nikita Mirzani Sampai Harus Bawa-bawa Nama Keluarga
Cukup Bukti Polisi Pastikan Virgoun dan Teman Wanitanya, PA jadi Tersangka
Penyebab Sidang di CAS Maarten Paes Tak Kunjung Selesai Karena Terkendala Biaya Yang Besar Untuk Sidang