REKOMKITA – Sumatera Selatan yang beribu kota di Pelembang ini adalah salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki ciri khas dan keunikan. Salah satunya adalah makanan khas Palembang.
Makanan khas Palembang Ternyata Bukan Hanya Pempek saja loh,! Ternyata Palembang memiliki banyak sekali jenis makanan khasnya. Salah satunya adalah Burgo. Makanan yang satu ini sangat jarang diketahui oleh banyak orang.
Burgo merupakan makanan tradisional asli Palembang yang terbuat dari tepung beras dan diolah hingga menerupai dadar tipis. Dadar tipis ini kemudian digulung dan dipotong- potong, kemudian diberi kuah berwarna putih berbahan dasar santan, rempah dan ikan gabus
Burgo adalah sejenis lontong sayur yang biasa disantap untuk sarapan oleh masyarakat palembang. Burgo terbuat dari campuran tepung beras dan kanji dibentuk seperti kue dadar lalu dipotong-potong seperti lontong kemudian disiram dengan kuah ikan.
Burgo dinikmati dengan kuah yg terbuat dari santan dan daging iwak gabus giling,memiliki cita rasa gurih dan tentu saja kaya akan bumbu warisan leluhur. Dalam 1 porsi burgo terdapat 395 kalori, karbohidrat sebanyak 70 gram, protein 5 gram dan lemak 10 gram
Burgo adalah makanan khas dari Palembang. Pada tahun 2021 burgo sudah ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMDIKBUD) dengan nomor pendaftaran 202101401 sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang berasal dari Provinsi Sumatera Selatan
Baca Juga: Desa Betung Abab Sudah Terpecah Belah, Apa penyebabnya ?
Burgo dapat digolongkan sebagai makanan kecil dan bukan makanan utama. Makanan ini dapat ditemui di warung-warung khas Palembang dan biasanya disajikan bersama dengan makanan lain seperti lakso, laksan, dan celimpungan. Burgo akan terasa lebih nikmat dimakan jika dalam keadaan hangat, sehingga warung-warung biasanya menjajakan makanan ini dengan kompor untuk menghangatkannya.
Bahan utama burgo adalah setengah kilogram beras, sagu, setengah kilogram ikan gabus, dan air. Selain itu, proses pembuatan burgo juga memakai bumbu-bumbu tambahan, seperti lengkuas, ketumbar, biji kemiri, kencur, temu kunci, bawang merah, bawang putih, gula pasir, daun salam, dan sedikit kapur sirih
Artikel Terkait
Aksi Luar Biasa Anak-Anak SMP N 1 ABAB Berbagi Takjil Gratis di Bulan Ramadhan yang Banyak Menuai Pujian dari Masyarakat
Desa Betung Abab Sudah Terpecah Belah, Apa penyebabnya ?
Sejarah Perjuangan Para Tokoh-Tokoh Marga Abab Memperjuangkan Abab Menjadi Kecamatan
Asal Usul Terbentuknya Desa Tanjung Kurung Kecamatan Abab Kabupaten PALI
Sang Tokoh Pendiri Kabupaten PALI, H. ANWAR MAHAKIL. Kesatria, Konseptor, Orator Hingga Menjadi Donatur
Rumah Adat PALI Mengusung Arsitektur Rumah Linmas Dengan Tingkatan dan Keunikan yang Memukau
Pria Aniaya dan Ludahi Wanita Ditangkap, Tak Terima Dirinya Disebut Alien
TPU Betung Abab Ramai Dikunjungi Oleh Warga dari Berbagai Daerah yang Ingin Berziarah ke Makam Sanak Saudaranya