REKOMKITA-Tradisi orang indonesia yang tak terpisakan dari budaya kuliner dengan makanan yang manis-manis.
Konsumsi makanan dan minuman manis menjadi tradisi yang tak terpisahkan dari budaya kuliner Indonesia.
Bahkan, bisa dibilang makanan dan minuman manis telah menjad tradisi bagi masyarakat. Sayangnya, manisnya gula tak semanis risiko kesehatan yang ditimbulkan apabila dikonsumsi berlebih.
Baca Juga: Apa Manfaat Kurma Ajwa dalam Islam ?
Melansir Mediakeuangan Kemenkeu, Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021 menunjukkan rata-rata konsumsi gula putih per kapita per minggu mencapai 1.123 gram atau dengan kata lain konsumsi gula pasir per orang di Indonesia sebanyak 160 gram per hari.
Tiga kali lebih banyak dari anjuran konsumsi gula harian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) atau enam kali lipat dari anjuran organisasi kesehatan dunia (WHO).
Sebagai contoh, satu teh kemasan rasa buah dengan takaran saji 350 ml mengandung 42 gram gula.
Sementara anjuran Kemenkes untuk konsumsi harian gula per orang adalah 10% dari total rata-rata kebutuhan kalori manusia yang sebesar 2000 kalori, yakni sebanyak 200 kalori atau tidak lebih dari 50 gram gula atau setara 4 sendok makan per hari.
Baca Juga: Tip Sehat Makan Minyak ada Disetiap Menu yang Kita Santap!
Dengan meneguk 3 porsi teh kemasan tersebut, 600 kalori sudah masuk ke dalam tubuh, belum lagi ditambah makanan dan camilan manis lainnya. Otomatis terjadi surplus kalori. Kebiasaan tersebut jika terus berlanjut menyebabkan obesitas.
Sebuah studi mengenai epidemi obesitas dan penyakit kronis global di tahun 2022 menemukan adanya peningkatan risiko diabetes mellitus tipe 2 sebesar 18% untuk setiap sajian MBDK per hari.
Risiko prevalensi diabetes menjadi ancaman tak terelakkan bagi dunia, termasuk Indonesia. Prevalensi diabetes di Indonesia kian melonjak dari tahun ke tahun.
Data Riskesdas menunjukkan hanya dalam kurun 5 tahun (2013-2018) prevalensi diabetes naik sebesar 30%. Sementara data Atlas IDF ke-10 memperkirakan prevalensi diabetes di Indonesia pada kelompok usia 20 s.d. 79 tahun mencapai 10,6% atau sebanyak hampir 20 juta orang.
Baca Juga: Ramhadan, Berikut Beragaman Makanan dan Minuman Takjil yang lagi Viral di Tiktok Belakangan ini!