Amerika Tidak Ikut Campur jika Israel Melakukan Serangan Balasan ke Iran

Photo Author
Budi Parabola, Rekomkita
- Selasa, 16 April 2024 | 22:05 WIB
Amerika tak ikut campur jika pihak Israel serang Iran (Reuters)
Amerika tak ikut campur jika pihak Israel serang Iran (Reuters)
 
 
REKOMKITA- Amerika Serikat mengaku tak akan ikut campur jika pihak Israel melakukan serangan balasan ke Iran.
 
Joe Bidan, Presiden Amerika Serikat mengatakan kepada Netanyahu pada akhir pekan bahwa, Amerika Serikat yang membantu Israel menumpulkan serangan Iran, tidak akan berpartisipasi dalam serangan balasan Israel.
 
Prospek pembalasan Israel sendiri telah mengkhawatirkan banyak warga Iran yang sudah mengalami penderitaan ekonomi dan kontrol sosial dan politik yang lebih ketat sejak protes pada tahun 2022-2023.
 
Iran melancarkan serangan tersebut sebagai pembalasan atas serangan udara terhadap kompleks kedutaan besarnya di Damaskus pada tanggal 1 April yang dikaitkan dengan Israel, dan mengisyaratkan bahwa Iran tidak melakukan eskalasi lebih lanjut.
 
 
“Kita berada di tepi jurang dan kita harus menjauh dari situ,” Josep Borrell, kepala urusan luar negeri Uni Eropa, mengatakan kepada stasiun radio Spanyol Onda Cero seperti dilansir dari Reuters.
 
Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby pada hari Senin menolak untuk mengatakan apakah Biden telah mendesak Netanyahu dalam pembicaraan pada Sabtu malam untuk menahan diri dalam menanggapi Iran. "Kami tidak ingin melihat perang dengan Iran. Kami tidak ingin melihat konflik regional," kata Kirby dalam sebuah pengarahan, seraya menambahkan bahwa Israellah yang memutuskan "apakah dan bagaimana mereka akan menanggapinya".
 
Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan tindakan Iran mengancam stabilitas di Timur Tengah dan dapat menyebabkan dampak buruk terhadap perekonomian. AS akan menggunakan sanksi, dan bekerja sama dengan sekutunya, untuk terus mengganggu “aktivitas jahat dan destabilisasi” Iran, tambahnya.
 
Namun, beberapa analis mengatakan pemerintahan Biden kemungkinan tidak akan mempertajam sanksi terhadap ekspor minyak Iran karena kekhawatiran mengenai kenaikan harga minyak dan membuat marah pembeli utama Tiongkok.
 
Dalam percakapan telepon antara menteri luar negeri Tiongkok dan Iran, Tiongkok mengatakan pihaknya yakin Iran dapat “menangani situasi ini dengan baik dan menghindari gejolak lebih lanjut di kawasan ini” sembari menjaga kedaulatan dan martabatnya.
 
Sumber: Reuters

Editor: Budi Parabola

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X