Mesir Anggap Sikap Israel Tidak Memenuhi Syarat untuk Perjanjian Gencatan Senjata

Photo Author
Denni Kristian, Rekomkita
- Sabtu, 25 Mei 2024 | 20:35 WIB
Mesir Anggap Sikap Israel Tidak Memenuhi Syarat untuk Perjanjian Gencatan Senjata (SuaraPalestina)
Mesir Anggap Sikap Israel Tidak Memenuhi Syarat untuk Perjanjian Gencatan Senjata (SuaraPalestina)
 
REKOMKITA- Mesir menganggap pihak Israel tidak memenuhi syarat untuk perjanjian gencatan senjata.
 
Hal itu dikatakan sumber tingkat tinggi Mesir, pada Kamis (23/05/2024) yang menyebutkan bahwa sikap Israel masih belum memenuhi syarat untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza dan pertukaran tahanan dengan pejuang Palestina.
 
Melansir Suarapalestina, Sumber tersebut menyatakan keheranan Mesir atas upaya beberapa pihak yang dengan sengaja menghina upaya Mesir untuk mencapai gencatan senjata di Jalur Gaza.
 
 
“Beberapa pihak sedang bermain-main dengan menuduh para mediator melakukan tuduhan berturut-turut, menuduh bias, dan menyalahkan mereka karena menghindari pengambilan keputusan yang diperlukan,” kata sumber tingkat tinggi Mesir yang tidak mau disebutkan namanya.
 
Pihak media Israel, Times of Israel, pada Kamis menyebutkan bahwa Dewan Perang Israel memerintahkan tim perunding untuk melanjutkan upaya mencapai kesepakatan untuk membebaskan puluhan tahanan yang ditahan oleh Hamas dan pejuang Palestina lainnya di Jalur Gaza.
 
Media Israel juga melaporkan bahwa kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan setelah pertemuan Dewan Perang yang dibentuk setelah serangan pada tanggal 7 Oktober, di mana ia mengatakan bahwa “pertemuan tingkat tinggi” memerintahkan perunding Israel untuk melanjutkan negosiasi untuk mengembalikan para tahanan.
 
 
Perang di Jalur Gaza hanya berhenti selama tujuh hari sejak pecah pada tanggal 7 Oktober, ketika Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat berhasil menyelesaikan serangkaian gencatan senjata di mana kedua pihak menukar sejumlah tahanan dan korban pertempuran.
 
Media Israel, Haaretz, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa pertemuan di Dewan Perang berlangsung lama dan profesional. 
 
Para menteri membahas usulan dari tim perunding dengan tujuan melanjutkan perundingan dengan Hamas dan membahas tuntutannya untuk penghentian total permusuhan di Jalur Gaza, akan tetapi para pemimpin politik menentang perjanjian seperti ini.
 
Menteri di Dewan Perang mengambil keputusan yang bertujuan untuk memberikan lebih banyak ruang bagi para perunding Israael untuk melakukan “manuver” yang menguntungkan Israel.
 
Sumber: SuaraPalestina.com
 
 

Editor: Denni Kristian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X