mancanegara

Sebagian Besar Warga Singapura Setuju Soal Pekerja Asing, Begini Alasan Warga!

Kamis, 11 April 2024 | 12:58 WIB
Sebagian besar masyarakat Negara Singapura setuju soal pekerja Asing (Pixabay)
 
 
REKOMKITA- Sebagian besar warga Singapura dan penduduk tetap setuju bahwa imigran atau pekerja asing pada umumnya baik bagi perekonomian.
 
Warga Singapura lebih dari setengah juga percaya bahwa imigran atau pekerja asing mengambil pekerjaan dari penduduk setempat. Hal itu berdasarkan survei tahun 2021 yang dilakukan oleh Institute of Policy Studies.
 
Survei lain yang dilakukan oleh firma riset Milieu Insight, pendapat masyarakat Singapura hampir sama mengenai apakah negara tersebut mencapai keseimbangan yang tepat antara mendatangkan pekerja asing dan melindungi lapangan kerja lokal.
 
Wakil presiden senior dan kepala EMEA & APAC di perusahaan akuisisi bakat Cielo, Sid Suhas mengatakan, perubahan visa kemungkinan akan mendorong perusahaan-perusahaan besar untuk “lebih fokus dalam menarik, mengembangkan dan membina kumpulan bakat lokal, khususnya untuk profesional junior dan peran berketerampilan rendah tingkat menengah.”
 
Baca Juga: Singapura akan Perketat Aturan Bagi Pekerja Asing Atasi Ketidakpuasan Masyarakat
 
Pada atasan gaji yang lebih tinggi, perusahaan cenderung mengadopsi “pendekatan yang mengutamakan keterampilan” ketika mempekerjakan orang asing, kata Suhas, dengan fokus pada talenta di berbagai bidang seperti AI, teknologi, teknik, dan perawatan kesehatan. "Tren yang membatasi penyebaran talenta asing pada keterampilan dan industri tertentu tidak bisa dihindari. Di masa lalu, talenta asing memiliki kesempatan untuk mengembangkan karir mereka di Singapura dalam berbagai peran, tetapi sekarang, fokusnya kemungkinan besar akan berada pada posisi senior dan niche,” kata Suhas kepada Al Jazeera.
 
Dia menjelaskan, telah melihat banyak perusahaan menjajaki lokasi alternatif di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) seperti Thailand, Malaysia dan Indonesia, sebagai cara untuk merelokasi talenta-talenta utama sambil tetap menjaga kedekatannya dengan Singapura.
 
Inisiatif yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas tinggi bagi penduduk setempat, termasuk program bakat awal dan program pelatihan ulang keterampilan bagi para profesional karir menengah hingga akhir. "Sebagai hasilnya, kami mengantisipasi bahwa perusahaan-perusahaan global yang didirikan di Singapura akan semakin memprioritaskan mempekerjakan warga Singapura,” katanya.
 
Singapura menempati peringkat kedua dalam Indeks Daya Saing Bakat Global Forum Ekonomi Dunia 2023, di belakang Swiss. Nicholas Sim, seorang profesor di sekolah bisnis SUSS, mengatakan bahwa perusahaan yang ingin membangun pijakan di Asia masih cenderung memprioritaskan Singapura karena “infrastruktur berkualitas tinggi, pemerintahan yang efisien dan stabil, serta akses terhadap sumber daya manusia berkaliber tinggi.”
 
Sumber: Aljazeera

Tags

Terkini