mancanegara

Sekjen PBB Mendesak Israel dan Hamas Untuk Mencapai Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza

Sabtu, 4 Mei 2024 | 22:54 WIB
Lingkungan yang hancur di Khan Younis di Jalur Gaza selatan selama serangan Israel (Al Jazeera)

REKOMKITA - Sekjen PBB Antonio Guterres memperbarui seruannya untuk gencatan senjata di Jalur Gaza ketika delegasi Hamas akan mengunjungi ibu kota Mesir, Kairo, segera untuk memperbarui pembicaraan tidak langsung.

“Demi masyarakat Gaza, para sandera & keluarga mereka, serta kawasan dan dunia yang lebih luas – saya sangat mendorong pemerintah Israel dan kepemimpinan Hamas untuk mencapai kesepakatan dalam perundingan mereka,” kata Sekretaris Jenderal dalam sebuah pernyataan. posting pada X pada hari Jumat.

Sekjen PBB menambahkan bahwa dia khawatir “perang akan memburuk secara eksponensial” tanpa gencatan senjata.

Komentarnya muncul ketika Direktur CIA William Burns tiba di Kairo untuk melakukan pertemuan, kantor berita Reuters melaporkan, mengutip sumber keamanan Mesir dan tiga sumber di bandara Kairo.

Baca Juga: Amerika Serikat Menuduh Rusia Menggunakan Senjata Kimia Dalam Perang Ukraina

Mesir, bersama dengan Qatar dan Amerika Serikat, telah memimpin upaya untuk menengahi antara Israel dan Hamas untuk menengahi kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan tawanan di Gaza.

Sehari sebelumnya, ketua Hamas Ismail Haniyeh mengatakan dia membahas proposal terbaru Israel untuk gencatan senjata dengan mediator Mesir dan Qatar.

Hamas mengkonfirmasi pada hari Kamis bahwa pembicaraan dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari mendatang dengan tujuan mengakhiri perang di Gaza.

Pekan ini, kelompok Palestina mengatakan mereka telah menerima posisi terbaru Israel dan akan mempelajarinya sebelum mengajukan balasan.

Baik Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken maupun Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron mendesak Hamas untuk menerima kesepakatan tersebut dan menggambarkannya sebagai tawaran yang “murah hati”. Hal ini mencakup penghentian pertempuran selama 40 hari dan pertukaran puluhan tawanan Israel dengan lebih banyak lagi tahanan Palestina.

Baca Juga: Mengungkap Kuburan Massal di Rumah Sakit Nasser Gaza, Ratusan Jenazah di Temukan Setelah pasukan Israel Mundur

Gedung Putih pada hari Jumat menegaskan kembali posisinya bahwa Hamas bertanggung jawab untuk menerima proposal tersebut. “Hamas sudah mencapai kesepakatan. Mereka perlu mengambil kesepakatan itu,” kata juru bicara Karine Jean-Pierre kepada wartawan.

Namun Hamas telah menekankan bahwa mereka tidak akan menerima perjanjian yang tidak mengarah pada gencatan senjata permanen, penarikan pasukan Israel dari Gaza, dan pemulangan keluarga pengungsi ke rumah mereka tanpa hambatan.

Pada bulan November, selama gencatan senjata selama seminggu, puluhan tawanan dibebaskan oleh kelompok Palestina di Gaza dengan imbalan ratusan tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel. Namun pasukan Israel kembali melancarkan serangan setelah gencatan senjata berakhir.

Source : Al Jazeera

Tags

Terkini