opini

Menelisik Tol Bapamulu, Akses yang Menghubungkan Banyuasin, PALI, Musi Rawas dan Bengkulu

Selasa, 16 April 2024 | 15:58 WIB
Menelisik Tol BAPAMULU yang menghubungkan Banyuasin, PALI, Musi Rawas dan Bengkulu (Gambar ilustrasi/otospector)
 
REKOMKITA- Tol BAPAMULU (Banyuasin, PALI, Musi Rawas dan Bengkulu) bisa menjadi alternatif akses penghubung antar daerah di Pulau Sumatera.
 
Impian berdirinya adanya Tol Bapamulu yang menghubungkan Kabupaten Banyuasin, PALI, Musi Rawas dan Bengkulu) sendiri pernah ditulis penulis dalam sebuah lomba karya tulis yang digelar oleh PT Jasa Marga tahun 2023 yang lalu.
 
Adapun harapannya, untuk mengetuk salah satu pengelola jalan Tol terbesar di Indonesia (PT Jasa Marga) untuk membidik akses jalan Tol Bapamulu yang juga strategis dan akan berdampak besar tidak hanya bagi Kabupaten Banyuasin, PALI, Musi Rawas dan Bengkulu. Namun bagi beberapa daerah lainnya sebagai lanjutan akses jalan tol di Trans Sumatera.
 
Hadirnya akses jalan Tol di kawasan ini, juga akan menghidupkan kawasan di pesisir Musi dan diyakini akan menambah pusat pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Sumatera. Apalagi, tepat di perbatasan antara Kabupaten PALI dan Banyuasin terdapat sungai Musi yang langsung terhubung dengan sungai Musi Palembang.
 
 
Saat ini, di kawasan perbatasan Kabupaten PALI dan Banyuasin telah berdiri beberapa dermaga pelabuhan angkutan baru bara seperti, dermaga batu bara PT EPI dan dermaga batu bara milik PT Servo Lintas raya.
 
Bagi warga kedua kabupaten, PALI dan Banyuasin ibaratkan pepatah dekat di mata jauh di hati. Meski bertetangga, namun infrastruktur penghubung yang minim membuat dua daerah ini bak berjauhan. Bagaimana tidak, untuk sampai ke Pangkalan Balai, Ibu Kota Kabupaten Banyuasin kita hanya memerlukan waktu sekitar 2 Jam saja.
 
Tak terbayangkan bukan, jika kelak terdapat akses jalan Tol, yang tentunya dapat memangkas waktu setengahnya atau dapat ditempuh hanya dalam waktu 45 menit saja.
 
Hadirnya Tol Bapamulu nantinya juga bisa menjawab ketimpangan konektivitas Tol antar Trans Sumatera. Pasalnya daerah Kabupaten Banyuasin secara geografis berbatasan langsung dengan Kabupaten Musi Banyuasin, Kota Palembang dan Provinsi Jambi. Sementara, Kabupaten PALI berbatasan langsung dengan Kabupaten Musi Rawas dan Musi Rawas Utara hingga tembus Provinsi Bengkulu.
 
MENGAPA JALAN TOL TRANS SUMATERA DIANGGAP TIMPANG?
 
Keinginan Presiden Jokowi untuk menghubungkan berbagai daerah di Indonesia dengan peningkatan infrastruktur seperti pembangunan jalan Tol benar-benar telah dirasakan besar manfaatnya bagi masyarakat hingga saat ini.
 
 
Sebelum adanya Tol Palembang-Lampung, warga Sumsel yang hendak ke Jakarta harus memakan waktu tempuh hingga 15-20 Jam perjalanan. Namun dengan hadirnya akses jalan Tol Palembang-Lampung, kini jarak waktu perjalanan bisa dipangkas lebih dari setengahnya yang hanya memakan waktu 7-8 Jam saja melalui perjalanan darat.
 
Kehadiran akses jalan di Pulau Sumatera seperti Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) dan Tol Palembang Indralaya-Lampung benar-benar telah meningkatkan konektivitas dan memperlancar distribusi dan menurunkan biaya logistik barang dan jasa.
 
Saat ini di Sumatera Selatan terdapat beberapa proyek jalan tol yang sedang dibangun oleh pemerintah melalui beberapa Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Seperti Tol Kapal Betung (Kayu Agung-Palembang-Betung) dan Jalan Tol Indralaya-Prabumulih-Muara Enim yang sudah beroperasi.
 
 
Rute jalan tol tersebut hanya strategis bagi sejumlah wilayah atau tujuan tertentu seperti warga dari Kota Pagaralam, Lahat, Muara Enim yang hendak bepergian ke Kota Palembang dan Lampung. Karena exit tol tersebut juga terkoneksi dengan jalan Tol Palembang-Lampung dan juga Tol Kapal Betung.
 
Namun, tidak relevan jika masyarakat dari daerah Bengkulu, Musi Rawas, Lahat, Pagaralam, Muara Enim dan Kabupaten PALI jika hendak bepergian ke Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin dan Jambi. Lantaran akan memakan waktu tempuh yang cukup jauh (Jalan Tol yang memutar). Demikian juga sebaliknya.
 
Hadirnya akses jalan Tol BAPAMULU (Banyuasin-PALI-Musi Rawas-Bengkulu) adalah jawaban tepat atas ketimpangan Tol Trans Sumatera.
 
Selain akan menghubungkan konektivitas antar daerah di Sumsel dan beberapa provinsi di Pulau Sumatera sehingga jarak tempuh menjadi singkat. Akses tol tersebut bisa dikatakan akan menjadi akses tol alternatif di Pulau Sumatera. Atau istilahnya ada Jalur lintas Timur dan Jalur Lintas Barat di Trans Sumatera yang dapat dilalui masyarakat sesuai dengan tujuan perjalanannya masing-masing bukan?
 
Hadirnya jalan Tol yang menghubungkan Kabupaten Banyuasin, Kabupaten PALI hingga Kabupaten Musi Rawas tembus Bengkulu bisa dikatakan potensi yang belum tergali sama sekali hingga saat ini.
 
Apalagi jarak Kabupaten PALI dan Musi Rawas hanya bisa ditempuh 3 Jam saja. Ketimbang kita melalui jalan lintas Muara Enim-Lahat yang bisa memakan waktu 8-10 jam perjalanan. Bisa dibayangkan jika melalui jalan Tol. Bisa-bisa hanya memerlukan waktu 1 jam saja. 
 
Semoga! dengan tulisan ini, akses tol yang penulis beri nama Tol BAPAMULU ini akan dilirik oleh pemerintah dan dijadikan semacam roadmap melalui BUJT untuk menambah konsesi jalan Tol di Pulau Sumatera.
 
**Note: Artikel di atas adalah katagori tulisan opini. Adapun tujuannya untuk mendorong dibangunnya ruas jalan Tol baru yang penulis singkat BAPAMULU, guna menunjang konektivitas akses jalan Tol Trans Sumatera
 
 

Tags

Terkini