Sesal Nakes yang Dicap Arogan usai Sempat Cibir Almarhum Pasien BPJS: Komentar Saya Menambah Duka Keluarga

Photo Author
Toar Kenward, Rekomkita
- Kamis, 6 Agustus 2026 | 11:25 WIB
Menyoroti viralnya kasus komentar bernada arogan yang melibatkan tenaga kesehatan terhadap keluhan pasien penerima BPJS. (Instagram.com/@fakta.indo)
Menyoroti viralnya kasus komentar bernada arogan yang melibatkan tenaga kesehatan terhadap keluhan pasien penerima BPJS. (Instagram.com/@fakta.indo)

Baca Juga: Presiden Prabowo Pimpin Akad Massal 62 Ribu Debitur FLPP, BRI Perkuat Dukungan Program 3 Juta Rumah

Tak hanya Widhi, sejumlah dokter dan nakes yang mengaku sempat melontarkan komentar bernada sinis terhadap Yurizal kini akhirnya ikut menyampaikan permintaan maaf. 

Meski begitu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah memastikan kasus tersebut akan diproses melalui mekanisme etik.

Duduk Perkara Dinilai Masih 'Abu-abu'

Baca Juga: Viral Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 Tunggu Evakuasi, Kapal Terbakar saat Berlayar di Perairan Sumenep

Terpisah, Pakar kesehatan sekaligus profesor bidang paru dan pernapasan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Tjandra Yoga Aditama menyoroti viralnya kontroversi yang melibatkan nakes RI tersebut.

Terlebih, ada komentar bernada nirempati dari seorang dokter terhadap pasien yang disebut tidak mendapatkan ruang rawat hingga kini dikabarkan meninggal dunia. 

Aditama menilai, sebelum fakta lengkap terungkap, semua pihak sebaiknya menunggu hasil klarifikasi mengenai kejadian sebenarnya.

Baca Juga: Viral Kebakaran TPS Kramat Jati: Beko Patungan Warga Tak Bisa Jangkau Lokasi hingga Satu Petugas Damkar Jakarta Timur Meninggal Dunia

"Informasi yang beredar menyebutkan pasien selama 8 jam belum mendapat ruang rawat juga perlu dapat perhatian khusus. Memang ada dua interpretasi disini," kata Aditama dalam keterangannya, pada Rabu, 5 Agustus 2026. 

"Pertama, sudah mendapat penanganan kesehatan, tetapi belum mendapat ruang rawat. Kedua, barangkali belum mendapat penanganan memadai dan belum juga dapat ruang rawat," sambungnya.

Nakes RI Dinilai Perlu Punya Sisi 'Einfuhlung'

Baca Juga: Tawarkan Program Peningkatan Kapasitas Wartawan, Kang Andhy Maju di Bursa Calon Ketua PWI Jabar 2026

Di samping itu, Aditama menyebut seorang dokter serta tenaga medis lain perlu kembali memahami arti dari konsep ‘einfuhlung’. 

Guru Besar UI itu menjelaskan, istilah dalam bahasa Jerman ini berarti kemampuan untuk menyelami atau ikut merasakan apa yang dialami orang lain.

Halaman:

Editor: Toar Kenward

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X