"Sementara yang oleh LRT dan juga KAI, ini yang lebih baru," terang Pramono.
Dinilai Masalah Ego Pemimpin Terdahulu
Selain itu, Pramono menilai keberadaan dua JPO dengan fungsi yang sama itu menunjukkan adanya persoalan dalam kebijakan pembangunan fasilitas publik pada masa lalu.
"Tetapi setelah saya lihat sendiri, ini menunjukkan bahwa dulu dalam membuat kebijakan seringkali seperti yang saya katakan," bebernya.
"Ego pemimpinnya itu tidak dikomunikasikan secara baik, sehingga sebenarnya dua-duanya ini fungsinya sama persis," sambung Pramono.
Oleh sebab itu, Pramono memastikan JPO lama milik Pemprov DKI Jakarta akan dibongkar, sementara JPO yang lebih baru akan dipertahankan dan diperbaiki fasilitasnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Pimpin Akad Massal 62 Ribu Debitur FLPP, BRI Perkuat Dukungan Program 3 Juta Rumah
Beda Model JPO versi DKI vs KAI
Usut punya usut, masalah ini bermula saat satu JPO yang dijuluki 'love and hate' dan merupakan milik Pemprov DKI itu dibangun terlebih dulu dan berfungsi sebagai fasilitas penyeberangan bagi masyarakat umum.
Sedangkan, satu JPO lainnya merupakan JPO integrasi yang dibangun pihak KAI dan LRT Jabodebek sebagai bagian dari fasilitas integrasi antarmoda yang menghubungkan Stasiun LRT Jabodebek dengan Halte Transjakarta.
Selama ini, JPO milik Pemprov DKI juga pernah menjadi akses langsung menuju halte Transjakarta, sebelum Halte Transjakarta dipindahkan ke bawah Stasiun Terintegrasi LRT Jabodebek.
Setelah halte dipindahkan dan diintegrasikan dengan Stasiun LRT Jabodebek, akses menuju halte tidak lagi melalui JPO eksisting, melainkan melalui JPO integrasi yang dibangun oleh pihak LRT Jabodebek.
Artikel Terkait
Skandal Dugaan Penyelewengan Dana Desa Watudambo II: Polisi Bidik Aktor Utama 'Perampok' Gaji Guru dan Proyek Jalan Siluman Rp214 Juta
Awal Mula Kontroversi dr Elda Putri Rahardini, Dokter Perundung Pasien BPJS hingga Berujung Minta Maaf
Terduga Pelaku Mutilasi Jasad di Rawageni Depok Ditangkap saat Kabur ke Banten, Ini Kronologinya
Sesal Nakes yang Dicap Arogan usai Sempat Cibir Almarhum Pasien BPJS: Komentar Saya Menambah Duka Keluarga
Rentetan Tembakan Guncang Festival Budaya Lembah Baliem, Pengunjung Berhamburan Cari Perlindungan