Rekomkita - Nur Hidayat, tukang cukur di Rancabungur, Bogor, akhirnya angkat bicara buntut viral kontroversi yang melibatkan dirinya dengan aparatur camat menjelang HUT ke-81 RI.
Sebelumnya, abang potong rambut asal Bogor itu sempat mempertanyakan arti kemerdekaan RI seiring dengan imbauan bagi warga untuk memasang bendera Merah Putih.
Polemik kian melebar usai Hidayat terlibat cekcok dengan aparatur camat yang sempat mengajak untuk bersama menyemarakkan kemerdekaan bangsanya.
Kini, Hidayat muncul ke hadapan publik untuk meminta maaf dan meyakinkan warga RI bahwa sejatinya Indonesia telah merdeka.
Permintaan maaf tersebut disampaikan Hidayat melalui video klarifikanya terkait imbauan pemasangan bendera oleh aparatur camat pada saat itu.
"Saya menyatakan permohonan maaf atas ucapan saya kemarin," ungkap Hidayat.
"Indonesia itu sudah merdeka, maka saya meminta maaf atas ucapan saya yang salah," imbuhnya.
Bakesbangpol Angkat Bicara
Dalam kesempatan berbeda, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bogor, Ferdinando Selmi Pardede mengatakan pihaknya belum mengetahui kronologi lengkap kejadian tersebut.
Baca Juga: TIDAR Sulut Peduli, Bara Prima Jenguk Korban Drag Race Kotamobagu
Di sisi lain, Bakesbangpol akan meminta penjelasan ke pihak terkait mengenai peristiwa yang terjadi di wilayah Rancabungur.
"Kami mendapatkan informasi bahwa itu dalam rangka monitoring untuk mengimbau memasang bendera," kata Ferdinando dalam keterangannya, pada Kamis, 13 Agustus 2026.
"Sekaligus membagikan bendera ketika ada masyarakat yang tidak punya," sambungnya.
Artikel Terkait
Seskab Teddy Masuk TOP 3 Pejabat dengan Kinerja Terbaik dan Popularitas Tinggi Versi IPO
Ketua Panitia Drag Race Kotamobagu Tegaskan TIDAR Hanya Sponsor dan Lokasi Upai Rekomendasi IMI
TIDAR Sulut Peduli, Bara Prima Jenguk Korban Drag Race Kotamobagu
BNN Tangkap Bandar Narkoba di Tanjung Priok Jakut: Dihadang Anak Buah, Petugas Lepas Tembakan Gas Air Mata
"Kalian Tidak Sendirian Menghadapi Sunyi": Pelukan Kemanusiaan Ketua TIDAR Sulut untuk Keluarga Korban Tragedi Kotamobagu