‎"Kalian Tidak Sendirian Menghadapi Sunyi": Pelukan Kemanusiaan Ketua TIDAR Sulut untuk Keluarga Korban Tragedi Kotamobagu

Photo Author
Toar Kenward, Rekomkita
- Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:46 WIB
Ketua Tidar Sulut Standius Bara Prima saat berkunjung ke rumah keluarga korban drag race kotamobagu (Dok.istimewa)
Ketua Tidar Sulut Standius Bara Prima saat berkunjung ke rumah keluarga korban drag race kotamobagu (Dok.istimewa)

Rekomkita - Lima hari berlalu sejak raungan mesin dan sorak-sorai di ajang Drag Race-Drag Bike Kotamobagu Championship 2026 seketika berubah menjadi jerit tangis.

Di saat pemberitaan mungkin mulai mereda, duka justru baru saja mengendap di ruang-ruang keluarga para korban.

‎Bagi mereka yang ditinggalkan, delapan nyawa yang berpulang pada tragedi Minggu (9/8/2026) itu bukanlah sekadar angka statistik.

Baca Juga: BNN Tangkap Bandar Narkoba di Tanjung Priok Jakut: Dihadang Anak Buah, Petugas Lepas Tembakan Gas Air Mata

Di balik setiap nama, ada tawa yang tak lagi terdengar, pakaian yang kini hanya tinggal kenangan, dan sebuah rumah yang tak akan pernah lagi terasa sama.

‎Memahami keheningan yang menyayat hati itu, Ketua Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Sulawesi Utara, Standius Bara Prima, menolak membiarkan keluarga korban tenggelam dalam duka sendirian.

‎Pada Kamis (13/8/2026), setelah memastikan kondisi para korban luka yang masih terbaring di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, Bara melangkahkan kakinya menuju Kotamobagu.

Baca Juga: TIDAR Sulut Peduli, Bara Prima Jenguk Korban Drag Race Kotamobagu

Ia datang bukan sekadar sebagai tokoh publik, melainkan sebagai sesama manusia yang ingin mengetuk pintu-pintu duka dan membawa kehangatan.

‎Dalam perjalanan empatinya, Bara tidak sendiri. Ia didampingi oleh Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendy Virgiawan Mangkat, Anggota DPRD Sulawesi Utara Dhea Lumenta, Ketua Panitia Lucky Sugeha, Asisten I Pemkot Kotamobagu Sahaya Mokoginta, serta jajaran pengurus TIDAR Sulut dan Kotamobagu.

‎Rombongan ini memulai langkah ke Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, sebelum menyusuri jalan duka menuju Desa Pontodon. Di sana, mereka disambut oleh Sangadi Mulyono Mokodompit beserta keluarga korban yang masih diselimuti atmosfer kesedihan yang pekat.

Baca Juga: Ketua Panitia Drag Race Kotamobagu Tegaskan TIDAR Hanya Sponsor dan Lokasi Upai Rekomendasi IMI

Perjalanan kemudian terus berlanjut hingga ke Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow.

‎Di setiap rumah yang disinggahi, Bara Prima melakukan hal yang lebih dari sekadar menyerahkan santunan.

Ia duduk sejajar, menjabat erat tangan-tangan yang gemetar, menatap mata mereka yang lelah menangis, dan mendengarkan setiap rintih kehilangan.

Halaman:

Editor: Toar Kenward

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X