REKOMKITA - Candi Bumiayu adalah salah satu situs peninggalan agama Hindu yang terdapat di pesisir sungai Lematang, tepatnya di Desa Bumiayu, Kecamatan Tanah Abang, Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan.
Kawasan Candi Bumi Ayu berada diatas lahan seluar 75 hektar, tapi baru dibebaskan sekitar 20 hektar dalam kawasan yang sudah di bebaskan itu terdapar 12 Candi yang sudah ditemukan dari jumlah tersebut baru 5 candi yang batu dipugar yaitu Candi 1, 2, 3, 7 dan 8. Sebagian candi lainnya ada sekitar 5 candi.
Sebuah kompleks candi bercorak Hindu juga berhasil ditemukan jejaknya di tepian Sungai Lematang, Desa Bumi Ayu, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatra Selatan. Candi tersebut juga tak kalah menarik untuk dikulik lebih dalam.
Kompleks candi tersebut bernama Candi Bumiayu yang ditemukan oleh E.P. Tombrink pada tahun 1864 dalam Hindoe Monumenten in de Bovenlanden van Palembang.
Penemuan-penemuan ini pertama kali dilaporkan oleh E.P. Tombrink, ia berhasil menemukan arca dari trasit berjumlah puluhan buah, salah satunya adalah arca Nandi. Kemudian, A.J. Knaap menemukan reruntuhan setinggi 1,75 meter di wilayah Lematang.
Kemudian para peneliti Belanda ini juga menemukan sudut bangunan dengan hiasan mahluk Gana dari Terrakota, kemuncak bangunan, Arca Brahma, Lingga, dan Arca tanpa Kepala.
Baca Juga: Sang Pencipta Lagu Indonesia Raya WR Supratman dan Berperan Juga Dalam Sejarah Sumpah Pemuda
Tahun 1973, Pusat Penelitian Nasional bersama Museum Universitas Pennsylvania dari Amerika mengadakan penelitian di situs Bumiayu. Pada penelitian tersebut berhasil ditemukan runtuhan bangunan dari batu bata.
Dari penemuan-penemuan ini, telah dibuktikan bahwa Candi Bumiayu dulunya ada sekelompok orang yang sudah mampu menghasilkan mahakarya yang indah. Bahkan, arca-arca itu di antaranya masih terkait dengan seni pahat yang tinggi.
Bukti bahwa Candi Bumiayu bercorak Hindu terlihat dari penemuan Arca-arca dewa Hindu seperti Arca Siwa dan Arca Agasatya. Menurut para peneliti, Arca tersebut telah diciptakan sekitar abad 9-10.
Artikel Terkait
Tanaman Berbahaya Beracun di Indonesia Jangan Sampai Termakan dan Tersentuh
Ada yang Tau Siapa Pemilik dan Pembuat Facebook, Sekaya Apa dan Beragama Apa Pemilik Facebook Tersebut
Sumur Putaran Keling dan Danau Pusaran Adalah Segitiga Pertemuan Air Sungai Muara
Anyaman Merupakan Salah Satu Seni Tradisional Tertua di Indonesia
Sejarah Puyang Serampuh atau Puyang Raden Sirah Ampuh Makhdum Sakti Leluhur Masyarakat Desa Betung Abab
Kisah Nyata yang Sangat Sadis dan Mengerikan ini Diangkat Dalam Sebuah Film Layar Lebar “Vina Sebelum 7 Hari”
Harimau Sumatera yang Habitat Aslinya di Pulau Sumatera Ini Dilindungi Karena Hampir Punah
Burung Garuda Sebagai Lambang Kemerdekaan Republik Indonesia, Ternyata Masih Banyak yang Tidak Tau Asal Usulnya
Sang Pencipta Lagu Indonesia Raya WR Supratman dan Berperan Juga Dalam Sejarah Sumpah Pemuda