The Sloan Sigital Sky Survey (SDSS) telah mempublikasikan analisis menakjubkan tentang alam semesta. Dipublikasikan dalam 23 makalah, proyek bernama Extended Baryon Oscillation Spectroscopic Survey (eBOSS) ini mengukur lebih dari dua juta galaksi dan quasar. Hasil akhirnya berupa peta tiga dimensi terbesar dari alam semesta.
Meskipun pengamatan sebelumnya telah memetakan galaksi terdekat dari Bima Sakti dan menelitinya pada Cosmic Microwave Background (CMB), tapi masih ada celah dalam data tersebut.
Baca Juga: Aksi Seorang Perawat di Rumah Sakit Sri Ratu Medan Viral
Peta ini merupakan pemahaman terbaik kita tentang laju ekspansi alam semesta sejak Big Bang. Hasil studi menegaskan bahwa ekspansi alam semesta mulai berjalan sekitar enam miliar tahun lalu dan kemudian semakin cepat setelahnya. Diduga ekspansi disebabkan oleh zat yang dikenal sebagai energi gelap.
pemetaan 3 dimensi ini mencakup pengamatan struktur besar seperti filamen kosmik dan simpul galaksi. Dengan memahami struktur alam semesta secara keseluruhan, maka para ilmuwan dapat membuat perkiraan tentang jarak antara berbagai objek dengan mempelajari hubungan spasial antara mereka.
Baca Juga: Pulau Mitos Atlantis Tenggelam ke Laut Lebih dari 10.000 Tahun yang Lalu
Peta 3D Alam Semesta Yang Masih Bisa Diamati Oleh Perkembangan Pengetahuan Dan Teknologi Manusia dengan memahami truktur alam semesta secara keseluruhan.
Artikel Terkait
Orang Paling Beruntung di Dunia Menggali Vas Emas Kuno yang Terkubur di Bawah Tanah Sejak Ribuan Tahun
Adit Anak 13 Tahun yang Rawat Ayah dan Ibunya Stroke Seorang Diri
Andung Biru Merupakan Pusat Peradaban di Zaman Majapahit Sejak Tahun 1292 Saka
Sang Suami Memvidiokan Istrinya di Kamera Tersembunyi, dan Inilah yang Tertankap Camera
Penghormatan yang Menarik Mumifikasi dan Perhiasan Berlapis Emas dari Biksu Buddha Tiongkok yang Terhormat
Pulau Mitos Atlantis Tenggelam ke Laut Lebih dari 10.000 Tahun yang Lalu
Aksi Seorang Perawat di Rumah Sakit Sri Ratu Medan Viral