Ciung Wanara, Sang Manarah atau Prabu Suratama atau Prabu Jaya Perkasa Mandaleswara Salakabuwana

Photo Author
Sudirga Mandala, Rekomkita
- Kamis, 23 Mei 2024 | 18:31 WIB
Ciung Wanara (Sejarah cirebon)
Ciung Wanara (Sejarah cirebon)

 

Ciung Wanara merupakan nama untuk Sang Manarah, penguasa Galuh dari tahun 739-783 M. Sang Manarah atau Prabu Suratama atau Prabu Jaya Perkasa Mandaleswara Salakabuwana, dan dalam cerita rakyat pasundan disebut dengan nama Ciung Wanara.

Iamemerintah Galuh selama 44 tahun (dari tahun 739-783 M), dengan wilayah antara Banyumas (Sungai Cipamali) di Timur hingga Sungai Citarum di sebelah barat.

Baca Juga: WUJUD ASLI PRABU SILIWANGI RAJA TERBESAR PAJAJARAN

Sang Manarah adalah putra Prabu Adimulya Permanadikusuma, raja Galuh yang terbunuh oleh utusan Temperan, yang waktu itu menjadi patih Galuh. Setelah menginjak remaja, ia kemudian memerebut kembali kekuasaan dari keturunan Sanjaya.

Dengan dukunganpenuh kakeknya, Bimaraksa atau kemudian terkenal dengan nama Aki balangantrang. Ibunya adalah Nhay (Nyai/Dewi) Naganingrum, merupakan cucu dari Ki Balangantrang. Dan setelah Permana meninggal ia menjadi istri kedua Tamperan.

Baca Juga: KISAH ROMANTIS DALAM TERCIPTANYA BECAK

Setelah cukup lama memerintah, Ciung Wanara mengundurkan diri dari pemerintahan, pemerintahan selanjutnya diteruskan oleh menantunya sendiri yaitu Sang Manistri atau Lutung Kasarung suami dari Putri Purbasari.

Prabu Manisri bergelar Prabu Darmasakti Wirajayeswara, berkuasa dari tahun 783 - 799 M. Prabu Manarah, pada tahun 783 Masehi, melakukan Manurajasunya di Darmaraja Sumedang Larang.

Editor: Sudirga Mandala

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kapolda Bangka Belitung Serius Berantas Geng Motor

Rabu, 15 Januari 2025 | 12:28 WIB

Terpopuler

X