peristiwa

Pemprov DKI Bongkar JPO di Rasuna Said usai Viral Disebut 'Love-Hate Relationship', Kenapa Ya?

Minggu, 9 Agustus 2026 | 14:57 WIB
Menyoroti viralnya keluhan warga Jakarta Selatan ihwal JPO di Rasuna Said yang disindir punya konsep love-hate relationship. (Instagram.com/@jakartaview.id)

Rekomkita - Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) lama yang viral dengan sebutan 'Love-Hate Relationship di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan (Jaksel), akhirnya bakal dibongkar.

Sebelumnya, warga mengeluhkan dua JPO yang berdekatan di Jalan Rasuna Said itu dekat, tetapi tidak saling terhubung. Persis seperti konsep love-hate relationship. 

Padahal, jembatan itu telah lama dibangun pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sejak era 80-an silam.

Baca Juga: Rentetan Tembakan Guncang Festival Budaya Lembah Baliem, Pengunjung Berhamburan Cari Perlindungan

Kini, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memutuskan untuk membongkar JPO tersebut setelah berdiskusi dengan Kepala Dinas Bina Marga dengan Wali Kota Jakarta Selatan, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kominfotik.

Keputusan tersebut diambil setelah Pramono bersama jajaran mengecek langsung kondisi kedua JPO yang sebelumnya menjadi perhatian publik dan viral di media sosial karena disebut memiliki konsep love and hate.

"Saya sudah memutuskan bahwa JPO yang satu akan kita bongkar," ucap Pramono seusai mengunjungi JPO di kawasan Jalan HR Rasuna Said, pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Baca Juga: Sesal Nakes yang Dicap Arogan usai Sempat Cibir Almarhum Pasien BPJS: Komentar Saya Menambah Duka Keluarga

Jejak Pembangunan JPO 'Love-Hate Relationship'

Pramono menilai, hasil pengecekan menunjukkan kedua JPO tersebut pada dasarnya memiliki fungsi yang sama.

Hal tersebut, yakni sebagai fasilitas penyeberangan masyarakat, sekaligus mendukung akses terhadap fasilitas transportasi, termasuk layanan Light Rail Transit (LRT).

Baca Juga: Terduga Pelaku Mutilasi Jasad di Rawageni Depok Ditangkap saat Kabur ke Banten, Ini Kronologinya

Meski begitu, Gubernur DKI itu juga mengungkapkan, terdapat perbedaan mendasar pada usia dan desain kedua JPO. 

Pramono menyebut, salah satu JPO merupakan fasilitas yang dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sejak lama, sedangkan JPO lainnya merupakan fasilitas yang lebih baru yang berkaitan dengan LRT dan KAI.

"Yang satu yang dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta itu lebih lama (umurnya), kalau dilihat desainnya pasti desain tahun 80-an atau 90-an awal," ungkapnya.

Halaman:

Tags

Terkini