peristiwa

Terbentuknya Desa Prambatan Kecamatan abab Kabupateb Penukal Abab Lematang Ilir PALI Sumatera Selatan serta Cikal-bakal Terbentuknya

Sabtu, 6 April 2024 | 16:04 WIB
desa Prambatan (sudirga mandala)

REKOMKITA – Kecamatan Abab yang terdiri dari delapan (8) Desa, salah satunya adalaha desa Prambatan. Desa Prambatan merupakan salah satu desa yang berada diwilayah Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir dengan Ibu Kota Pendopo. Letak Desa Prambatan dengan kecamatan Abab lebih kurang 6 (enam) kilometer.

Latar belakang dinamakan Desa Prambatan dari ungkapan para tokoh masyarakat setempat. Prambatan asal mulanya adalah suatu Desa yang terletak di Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumatera Selatan, adapun keadaan alamnya terdiri dari dataran  rendah dan dataran gambut, letaknya sangat  strategis karena jalurnya dapat dilalui melalui dua jalur yaitu, daratan maupun sungai musi sekaligus sebagai penghubung Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA) .

Terbentuknya Desa Prambatan serta adanya bukti-bukti yang ada bahwa cikal bakal Desa Prambatan terjadi pada masa pergolakan perang kerajaan Pelembang Darrussalam pada abad ke 18 atau sekitar tahun 1820 an.

Baca Juga: Salah Satu Anak Muda Desa Betung Abab yang Memiliki Segudang Prestasi Bikin Pembaca Tercengang !

Desa Prambatan dulunya adalah hutan belantara, seiring terjadinya pergulakan di kerajaan Palembang Darussalam, banyak masyarakat sipil, tokoh masyarakat, dan alim ulama. Dengan berbekal alat seadanya sehingga peralatan lengkap para pengungsi meninggalkan kerajaan Palembang Darussalam melalui jalur raya kehulu sungai musi dan memasuki sungai Abab dikelilingi rawa-rawa tanpa tujuan yang pasti dan juga terpecah.

Pecahan rombongan ini menetap pada daratan daerah Abab yaitu ilir rawa Peldas dan duhulu rawa raman. Sekarang disebut Desa tinggi, setelah beberapa waktu lamanya, akhirnya para pengungsi membentuk kelompok besar dan berpindah lagi ke daratan Prambatan sekarang. Yaitu memecah batang hari Abab yang sekarang resmi disebut desa Prambatan.

Desa Prambatan itu sendiri diambil dari kata rambat.  Merambat, perambat, atau atau sesuai perjalanan pengungsi pada masa perang di Palembang Darussalam dari penjabaran diatas serta dikuatkan adanya makan-makam tua keturunan Pelembang Darussalam, diantaranya Kemas Badarudin Nyimas dan lain-lainnya. Serta bermacam-macam benda purbakala yang terkubur di Desa Prambatan. Diantaranya keris, pedang, tasbih, koin segi empat,  perunggu segi empat, keramik-keramik, guci, piring, mankok,  dan lain-lain.

Baca Juga: Sejarah Perjuangan Para Tokoh-tokoh Marga Abab Memperjuangkan Abab Menjadii Kecamatan

Maka dipastikan kemungkinan besar dipakai pada Abad 18 dimana masa itu Sumatra Selatan dipimpin oleh kerajaan Palembang Darussalam. Desa Prambatan adalah desa yang terletak dibagian hulu  tepian mandi yang sekarang disebut oleh masyarakat Desa Prambatan “Paye Raman”. Lokasi tersebut tepatnya disebelah Desa Prambatan yang berjarak lebi dari 800 M dari Desa Prambatan dan  sekarang ini lokasi tersebut oleh masyarakat Desa Prambatan  disebut “ Dusun Tinggal” Oleh karena itu kehidupan nenek moyang

Pada zaman dahulu kalah sering berpindah-pindah, maka secara  berangsur-angsur dusun tersebut ditinggalkan dan menetap pada lokasi baru yang menjadi Desa Prambatan. Adapun asal-usul kata Prambatan diambil kata Rambat (merambat), maksudnya kehidupan  nenek moyang pada zaman dahulu sering berpindah-pindah atau  merambat ketempat lainya.

Baca Juga: Desa Betung Abab Sudah Terpecah Belah, Apa penyebabnya ?

Desa Prambatan dahulunya menjadi tempat tambatan  perahu/kapal motor oleh nenek moyang dalam melaksanakan  kegiatan perekonomian/perniagaan dengan sistem barter. Desa  Prambatan dibelah oleh sungai kecil dalam desa dan sungai tersbut  bisa digunakan sarana penghubung air untuk menuju ke Talang Batu  Tugu yang sekarang menjadi wilayah dusun IV desa Prambatan  dengan menggunakan sarana tranportasi berupa perahu ketek.

Dan arus sungai menuju ke sungai Batang Hari Abab Kecamatan Rantau  Bayur Kabupaten Banyuasin. Dibelahan sungai berada ditengahtengah Desa Prambatan didirikan jembatan sebagai penghubung kegiatan masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Desa Prambatan terbentang luas dengan luas wilayah 22.000 Ha yang terdiri dari daratan dan rawa-rawa

Tags

Terkini

Kapolda Bangka Belitung Serius Berantas Geng Motor

Rabu, 15 Januari 2025 | 12:28 WIB