REKOMKITA - Menurut cerita, sumur Putaran keling ini sudah ada pada zaman penjajahan Belanda yang ingin menguasai wilayah sumatra bagian selatan pada masa itu sebelum diproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, konon kekejaman tentara perang penjajah sangat membabibuta. Nahh, para leluhur(petua)penduduk disanalah mengambil langkah cara untuk bertahan hidup untuk menyelamatkan penduduk dengan bersembunyi di dalam lubang sumur itu.
Mereka petua ini konon membuat lubang persembunyiannya ditanah dengan bergotong royong hingga para penduduk bisa semua memasuki lubang itu dengan tujuan agar tidak terlihat oleh tentara penjajah kala itu serta petua ini menyembunyikan pusaka – pusaka hebat mereka di dalam lubang tersebut.
Lubang sumur Puteran keling juga konon sampai menembus segitiga pertemuan air sungai muara(air lematang), air batanghari dan air sungai musi. Titik antara sumur puteran keling ini dengan segitiga pertemuan air tersebut diperkirakan mencapai panjang lebih kurang 70 km dari sumur puteran keling kesegitiga pertemuan 3 air berbeda tersebut.
Baca Juga: Keunikan Bunga Rafflesia Arnoldii Ikon Bengkulu Ini Berbau Busuk Tapi Memikat
Konon siapa yang membuang benda atau barang(sesuatu) di dalam sumur puteran keling itu maka benda tersebut mengalir ada di segitiga pertemuan air lematang, air batanghari dan air sungaimusi.
Di lokasi sumur Putaran keling tersebut ada beberapa sumur dengan kondisi tidak ada lagi airnnya dan telah tertimbun oleh daun dan tanah. namun sumur utamanya sekarang masih mengalir tapi tidak lagi airnya berputar – putar.
Ada juga yang mengaitkan bahwa sumur Puteran keling ini ada hubungannya dengan Danau Pusar karena hampir sama misterinya, konon Danau Pusar ada makhluk yang tak kasatmata penghuninya.
Baca Juga: 10 Negata Terkecil di Dunia Berdasarkan Luas Wilayah dan Jumlah Penduduknya
Faktanya, Danau Pusar ini telah menelan sebuah alat berat yang ingin mengelola area lahan kawasan benca bergambut untuk di jadikan area perkebunan. Namun kejadian itu tidak bisa dielakkan ketika alat berat itu berada di areal Danau Pusar alat berat itu tercebur tenggelam kelumpur perlahan – lahan ditelan bumi.
Areal Danau pusar itu konon katanya disebut – sebut sebagai areal 51(areal berbahaya) yang tak boleh dilewati atau dihuni dan anehnya didanau Pusar itu tidak ada burung dan binatang lainnya. Danau Pusar itu terletak di kawasan hutan bergambut antara Desa Betung Selatan dan desa Pengabuan Kecamatan Abab
Pengelola areal tanah Danau Pusar bakal area perkebunaan ironisnya ketika kendaraan berat tersebut melintas di area Danau Pusar itu tiba – tiba alat berat tersebut oleng, hilang kendali seperti ada yang menarik – narik kendaraan, lalu ‘naas’ kendaraan berat itu terhisab perlahan dan lansung tenggelam. Beruntung pada saat kejadian itu pengemudi alat berat tersebut selamat.
Sampai sekarang ini misteri itu belum saja terpecahkan apakah danau itu kedalamannya mencapai ratusan meter, ataukah danau itu ada penghuninya atau juga itu lubangnya para setan, Allahualam. Tuhan maha mengetahui segalanya, apa sih penyebab tenggelamnya alat berat tersebut. Sangat mengerikan bukan, apalagi kalau Danau Pusar ada kaitannya dengan sumur Puteran keling!.