REKOMKITA - Tokoh perlawanan Kesultanan Palembang adalah Sultan Mahmud Badaruddin II. Sultan Mahmud Badaruddin II dilahirkan di Palembang pada tahun 1767. Nama lahirnya sebelum berkuasa adalah Raden Muhammad Hasan Pangeran Ratu.
Sultan Mahmud Badaruddin II adalah putra dari Sultan Mahmud Badaruddin I yang lahir pada malam Minggu tanggal 1 Rajab 1811 (1767 M) dengan nama asli Raden Hasan Pangeran Ratu merupakan Raja Palembang ke VII memerintah dari tahun 1803-1821.
Sultan Mahmud Badaruddin II lahir di Palembang pada tahun 1767. Nama kecilnya adalah Raden Hasan Pangeran Ratu. Ia naik tahta menjadi sultan Kesultanan Palembang Darussalam pada 12 April 1804 setelah menggantikan tahta ayahnya, Sultan Muhammad Bahauddin (1776-1803).
Baca Juga: Kerajaan Sriwijaya Dikenal Sebagai Salah Satu Kerajaan Maritim yang Populer di Indonesia
Semasa kecilnya, ia memperoleh pendidikan tradisonal dalam bidang agama, termasuk bidang pemerintahan, sejarah, dan sastra Arab, Turki, dan Persia. Selain itu ia juga sangat berpengalaman dalam ilmu geografi, seni, dan ilmu pengetahuan kemiliteran.
Sultan Mahmud Badaruddin II memimpin masyarakat Palembang melawan kolonial Belanda dan Inggris. Salah satu pertempuran yang dipimpin Sultan Mahmud Badaruddin II adalah Perang Menteng pada tahun 1819.
Museum Sultan Mahmud Badaruddin II dibangun antara tahun 1821 sampai 1824. Secara khusus menampilkan sejarah kota Palembang mulai dari masa Sriwijaya sampai dengan Kesultanan Palembang.
Perlawanan oleh SMB II terhadap Belanda lahir dari kesadaran bahwa untuk menjadi suatu kesultanan yang besar, maka Palembang harus mampu menjaga kedaulatannya dari intervensi-intervensi bangsa asing. Dalam hal ini SMB II berusaha untuk mencegah Belanda mencampuri persoalan yang terjadi di dalam lingkungan kraton.
Tokoh perlawanan Kesultanan Palembang adalah Sultan Mahmud Badaruddin II. Sultan Mahmud Badaruddin II dilahirkan di Palembang pada tahun 1767.
Sultan Mahmud Badaruddin II memimpin masyarakat Palembang melawan kolonial Belanda dan Inggris. Salah satu pertempuran yang dipimpin Sultan Mahmud Badaruddin II adalah Perang Menteng pada tahun 1819.
Perang Menteng adalah perang yang dimaksudkan untuk mengusir orang-orang Belanda di bawah pimpinan Herman Warner Muntinghe. Perang Menteng terjadi di Palembang pada 12 Juni 1819 di bawah pimpinan Sultan Mahmud Badaruddin II.