Pada pertengahan tahun 2016, para ilmuwan mengungkap sebuah misteri yang telah membingungkan para arkeolog sejak Howard Carter menemukan makam Raja Tutankhamun pada tahun 1922.
Diantara banyak benda yang terkubur dengan firaun muda tersebut, ada sebuah belati yang terbuat dari logam khusus. Hal ini tidak biasa, karena keberadaan logam di Mesir pada 3.300 tahun yang lalu sangatlah langka.
Lebihhebatnya lagi, belati itu tidak berkarat setelah tertimbun selama ribuan tahun lamanya. Sebuah pemeriksaan dengan spektrometer fluoresensi sinar-X mengungkapkan kalau logam yang digunakan untuk belati itu berasal dari luar angkasa.
Tingginyatingkat kobalt dan nikel juga sangat cocok dengan meteorit yang diketahui telah diambil dari Laut Merah.Artefak besi lain dari Mesir kuno juga pernah diuji pada 2013, dan diketahui juga dibuat dari pecahan meteorit.
Baca Juga: Team Tyler Glockner Mengungkap Temuan Aneh Melalui Situs Web NASA
Paraarkeolog mencurigainya karena banyaknya teks-teks Mesir kuno yang merujuk pada “besi langit.” Sekarang, mereka percaya kalau benda-benda lain yang ditemukan dari makam firaun juga dibuat menggunakan besi meteorit.
PeseshKaf merupakan alat yang digunakan dalam “upacara pembukaan mulut”, sebuah ritual yang dilakukan untuk orang yang sudah meninggal agar mereka dapat bernapas, berbicara, makan, dan minum di alam baka.
Salah satu bilah ini adalah belati besi dengan sarung emas hias, yang diproduksi secara ahli oleh seorang pandai besi kuno. Arsip Howard Carter menggambarkan belati itu memiliki bilah yang halus terbuat dari logam homogen.
Sedangkan pegangannya terbuat dari emas murni dan dihiasi dengan cloisonne dan pekerjaan granulasi, diakhiri dengan palu kristal batu. Di satu sisi sarung emas bermotif bunga lily, sedangkan di sisi lain bermotif bulu yang diakhiri dengan kepala serigala.
Baca Juga: Artefak Tertua yang Ditemukan di Gua Adalah Peralatan Zaman Batu yang Berusia Sekitar 78.000 Tahun
Contohdi Mesir peleburan kontemporer selama Dinasti ke-18 sangat jarang untuk menghasilkan kerajinan Besi. Karena bilah lain yang ditemukan di makam relatif kasar, banyak ahli berpendapat bahwa belati hias ini diimpor ke Mesir mungkin sebagai hadiah kerajaan dari wilayah atau kerajaan tetangga.
Dokumendiplomatik (surat Amarna), yang berasal dari abad ke-14 SM menyebutkan hadiah kerajaan yang terbuat dari besi yang diberikan kepada firaun Mesir dari sebelum pemerintahan Raja Tutankhamun.