Ketika mengabdi kepada Kertanegara, Banyak Wide menjabat sebagai Demung. Namun pendapat yang mengacu pada Kidung Panji Wijayakarma dan Kidung Harsawijaya itu berbeda dengan Pararaton. Dalam kedua kidung ini, Banyak Wide tidak menjabat sebagai Demung, tapi menjabat sebagai Babatangan kerajaan (penasehat Raja).
Baca Juga: Kapal Perang Utama Majapahit Adalah Kapal Terbesar Dimasanya
Ada yang menduga bahwa karena Kertanegara yang bersikap anti terhadap Wangsa-Rajasa, ia kemudian memindah tugaskan Banyak Wide dari jabatan demung atau babatangan ke jabatan Adipati Sumenep, faktornya karena ia murid dari Narashingamurti. Seorang tokoh yang mendukung wangsa Rajasa. Sejak saat itu Banyak Wide mendapat gelar Aria Wiraraja.
Akhir hayat dari Aria Wiraraja atau Banyak Wide ini tidak dijelaskan, hanya saja, selepas kematiang anaknya Ranggalawe, Aria Wiraraja menuntut janji Raden Wijaya untuk menyerahkan setengah kerajaan Majapahit kepadanya. Selepas pembagian kerajaan Majapahit menjadi dua bagian Aria Wiraraja kemudian menjadi Raja di Majapahit timur dengan ibukota Lumajang.